INILAH.COM, Jakarta - Meskipun hampir dipastikan menjadi calon presiden dari Partai Golkar pada 2014, Aburizal Bakrie belum mau melansir siapa calon pendampingnya.
Sejumlah nama dinilai layak bersanding dengan Ical, sebut saja Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Muslimat NU Khofifah Indarparawansa.
Namun Ical tak mau buru-buru menyebut siapa calon pendampingnya kelak. Politisi asal Lampung ini berprinsip politik harus tepat waktu dan tepat saat.
"Itu pertanyaannya seperti sudah beranak tapi belum berbesan. Jadi itu belum ada keputusannya," jelasnya di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (11/2/2012).
Ical menegaskan, Golkar tak boleh lengah sebab pertarungan dan pertempuran sesungguhnya baru akan dimulai. Meski survei politik menunjukkan tingkat elektabilitas yang cenderung meningkat, namun partainya tidak akan berpuas diri.
"Partai Golkar kan sekarang nomor satu. Nah bagaimana, calon presiden dari Partai Golkar itu menyuarakan suara partai dan melebihi suara partai. Oktober Golkar harus menjaga 22 persen," terangnya. [mah]