INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie menilai kondisi politik saat ini sangat gaduh akibat banyak intrik dan berita buruk tentang politisi. Hal itu dianggap sangat jauh dari cita-cita luhur berpolitik.
"Politik hari ini masih jauh dari cita-cita luhur dan praktik berpolitik para pendiri negara yang etis dan santun," ujar Ical di acara orientasi funsionaris Partai Golkar di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Sabtu (11/2/2012).
Ical mengatakan, perdebatan-perdebatan konseptual tentang cita-cita luhurkebangsaan dalam ruang publik, justru tenggelam oleh berita tentang prilaku buruk politisi. Sehingga mengakibatkan, partai politik dan politisi masih dianggap sebagai pihak yang menyebabkan persoalan.
"Politik merupakan bagian dari masalah (part of the problems), dan dianggap bukan sebagai pihak yang mampu menyelesaikan masalah (part of the solution)," jelasnya.
Menurutnya, saat ini masyarakat masih menganggap politisi hanya sibuk dengan diri sendiri daripada memikirkan nasib rakyat. Sehingga kondisi ini merusak konsep ideal dan ide-ide luhur tentang politik dan partai politik yang sedang Partai Golkar perjuangkan.
Untuk itu Ical meminta Partai Golkar untuk merubah pemahaman itu di masyarakat dengan cara program yang nyata dan mendekatkan diri kepada rakya dengan program karya kekaryaan.
"Ditengah situasi seperti ini, hanya melalui karya-karya nyata, kerja-kerja konkret dalam gerakan karya kekaryaan, maka Partai Golkar justru membuktikan bahwa yang kita perbuat dan perkuat adalah tradisi politik yang bermartabat," jelasnya. [mah]