INILAH.COM, Jakarta - Kepala Perwakilan Jasa Raharja wilayah Bogor, Yahya mengatakan seluruh korban kecelakaan yang terjadi di jalur puncak akan ditanggung oleh PT Jasa Raharja. Sementara untuk korban meninggal dunia akan diberi santunan Rp25 juta per orang.
"Seluruh korban akan ditanggung jasa raharja. Untuk korban luka-luka maksimal Rp10 juta per orang dan untuk korban meninggal dunia akan diberi santunan kepada keluarga yang ditinggal sebesar Rp25 juta," katanya, Jumat (10/2/2012).
Hingga hari ini jumlah korban luka-luka sebanyak 48 orang yang dirawat di RS Tuberklosa Paru Cisarua, RS PMI Bogor dan RS Sentra Medika Cibinong. Kebanyakan dari mereka mengalami luka patah tulang dan masih dalam perawatan.
Sementara itu untuk korban meninggal dunia sebanyak 14 orang dan 12 korban diantaranya telah teridentifikasi yakni;
1. Piat (32), Kampung Cibuntu, RT 4/4, Mekarluyu, Sukawening, Garut
2. Dedah (43), Kampung Salamnunggal, RT 2/5 Kec. Leles Garut
3. Solahudin (38), Kampung Hanjawar, RT 2/10, Pacet, Cianjur
4. Hasan Ansori (37), Pondok Bambu Asri Utara II, RT 13/09 Duren Sawit, Jakarta Timur
5. Duduh Suparman (68), Buniaga RT 5/7 Ciherang Pacet Cianjur
6. Lili Tiva, S.E. (54), PNS, Jl.Terate VI No.10 Larangan Indah Ciledung, Tangerang.
7. Isah (40), Kampung Ojolali, Cisarua, Bogor
8. Ihim Solihin (50), Dusun Sentul No.7, Babakan Medang, Bogor
9. Apit (55), Kampung Babakan RT 4/2 Karang Tengah, Cianjur
10. Nurul Iman (45), swasta, Padasuka RT 4/2 Cibeunying Kidul, Bandung
11. Dadan Suherlan (40),Kampung Sumerlap, RT 2/4, Malangbong, Garut
12. Dede Jaenudin, Kampung Nagrak, RT 2/1, Girimulya, Cianjur
13. Belum ada identitas
14. Belum ada identitas