INILAH.COM, Jakarta - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad berharap Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) sebagai partai politik dan kader-kader di berbagai daerah turut membantu pemerintah dalam memberantas korupsi.
Harapan tersebut disampaikan Abraham saat menjadi pembicara dalam Diskusi Hukum DPP PDI Perjuangan di Hotel Sultan, Jumat (10/2/2012) malam."Kita sangat berharap partai politik, PDI Perjuangan, menjadi pelopor utama di negeri ini untuk menegakkan hukum tanpa pandang bulu, menegakkan keadilan, memberantas korupsi," ucapnya.
Abraham yang dalam kesempatan tersebut menjadi keynote speaker bersama Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Hadi Purnomo yakin bahwa PDIP di bawah kepemimpinan Megawati Soekarnoputri mempunyai respon positif untuk membangun Indonesia menjadi lebih baik. Yakni menjadi negeri yang terbebas dari penyakit korupsi.
"Sekalipun korupsi itu dilakukan oleh kader sendiri. Saya yakin, bahwa Ibu Mega mempunyai respon positif untuk membangun negeri ini agar terbebas dari korupsi," tegasnya.
Abraham menjelaskan, dalam memberantas korupsi, KPK memegang dua aspek yakni penindakan dan pencegahan. Dalam hal penindakan, pihaknya telah menetapkan fokus 2012-2015 pada grand corruption.
KPK lebih memprioritaskan pemberantasan korupsi yang berskala besar. Pada fokus ini ada sektor pertambangan, pertanian, kehutanan dan perpajakan.
Dia mengatakan, sektor tersebut menjadi fokus grand corruption karena pada sektor ini telah terjadi korupsi yang begitu masif dan sampai sekarang belum tertangani dengan baik."Ekspektasi masyarakat begitu besar kepada KPK bisa terealisasinya kalau kami bisa fokus. Kalau tidak fokus saya khawatir KPK akan kehilangan momentum, waktu dan energi untuk memberantas korupsi," ujar Abraham. [mvi]