INILAH.COM, Jakarta - Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pemenang di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014.
Selain dukungan yang kuat dari internal, Partai Golkar khususnya Ical bisa memanfaatkan momentum keterpurukan Partai Demokrat. Konflik dan badai yang melanda Demokrat menjadi keuntungan bagi Ical dan Golkar.
"Golkar cukup berhasil meminimalisir munculnya faksionalisasi politik. Tingkat elektabilitas Golkar juga dipengaruhi oleh seberapa besar Golkar berhasil mengambil peluang di tengah lemahnya dukungan publik terhadap Demokrat," ujar analis politik dari Charta Politica Arya Fernandes kepada INILAH.COM, Jumat (10/2/2012).
Arya menjelaskan, tingkat kemantapan Ical sebagai Capres internal dari Partai Golkar di 2014 dipengaruhi juga oleh keberhasilan Ical memanfaatkan 'kosongnya' figur yang kuat dalam bursa capres. Selain itu, dipengaruhi oleh konsistensi pesan dan tema kampanye Ical.
"Tema saya kira harus menyentuh level emosional pemilih, selanjutnya dipengaruhi oleh stabilitas persepsi pemilih terhadap Ical. Ical harus menjaga sentimen positif publik," jelasnya.
Arya melanjutkan, jika hal itu sudah terpenuhi maka faktor internal Partai Golkar juga harus dikuatkan. "Seberapa besar tingkat loyalitas elit-elit Golkar serius menggusung Ical dalam pilpres mendatang," tandasnya. [mah]