INILAH.COM, Jakarta - Meski Detasemen Khusus 88 anti teror telah menemukan dua pucuk senjata api di hutan Universitas Indonesia (UI), setidaknya masih ada lima pucuk lagi senjata yang masih berada di sana.
Lima pucuk senjata itu, kata Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Saud Usman Nasution, adalah milik dua orang tersangka terorisme yang masih buron atau masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Masih ada lagi dari dua tersangka yang DPO. Masih ada lima pucuk senjata," ujar Saud di Mabes Polri, Jumat (10/2/2012).
Sebelumnya Tim Densus 88 menemukan sebuah senjata api laras panjang jenis pabrikan dengan belasan butir amunisi di hutan kota Universitas Indonesia. Senjata laras panjang tersebut ditemukan di bawah tumpukan sampah yang sudah terpendam tanah di tengah hutan kota UI yang dipenuhi pohon akasia.
Anggota Tim Densus mengajak tersangka teroris berinisial M yang menyerahkan diri untuk menunjukkan di mana senjata api mereka simpan. "Diharapkan dengan adanya tersangka M ini menyerahkan diri dan senjatanya, sangat membantu untuk mengungkap kasus ini dan juga ini merupakan satu pertimbangan hakim untuk meringankan hukuman si tersangka," lanjut Saud.
Pada November 2011, Densus juga melakukan penyisiran di hutan UI dan menemukan satu senjata laras panjang, dua senjata api jenis FN, dan 20 butir peluru. "Mudah-mudahan dengan ditariknya senjata tersebut kepada kita akan mengeleminasi kasus-kasus yang menggunakan senpi," kata Saud. [mvi]