INILAH.COM, Jakarta - Penemuan senjata api di hutan Universitas Indonesia oleh Tim Detasemen Khusus 88 Anti Teror Mabes Polri terungkap karena pengakuan seorang anggota komplotan teroris jaringan Amir Osman (AO) yang menyerahkan diri.
"Pada Rabu (8/2/2012) malam lalu, telah menyerahkan diri seorang yang masuk DPO (daftar pencarian orang) dari kelompok AO. Kelompok AO ini merupakan kelompok teroris yang spesialis untuk menyelundupkan senjata api kepada para teroris. Dia berinisial M, yang bersangkutan ini melaporkan diri dan menyerahkan diri kepada Densus 88," ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Jumat (10/2/2012).
Menurut Saud, tersangka M menyimpan satu pucuk senjata api laras panjang dan satu pucuk senjata api laras pendek di kawasan hutan Universitas Indonesia. "Kemudian kemarin telah ditelusuri dan dicek langsung oleh tim di lapangan, ternyata benar telah ditemukan satu pucuk senpi jenis Jungle dan FN," tegasnya.
Sebelumnya Tim Densus 88 menemukan barang bukti kasus terorisme berupa sebuah senjata api laras panjang jenis pabrikan dengan belasan butir amunisi di hutan kota Universitas Indonesia.
Senjata laras panjang tersebut ditemukan di bawah tumpukan sampah yang sudah terpendam tanah di tengah hutan kota UI yang dipenuhi pohon akasia.
Anggota Tim Densus mengajak tersangka teroris untuk masuk dan keluar hutan UI, hal tersebut dilakukan karena tersangka teroris tersebut lupa di mana ia menyembunyikan senjatanya.
Pada November 2011, Densus juga melakukan penyisiran di hutan UI dan menemukan satu senjata laras panjang, dua senjata api jenis FN, dan 20 butir peluru. [mvi]