INILAH.COM, Lumajang - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru terus mengeliat dan mengeluarkan guguran lava pijar setiap hari. Ada sebanyak 5 Kecamatan dan 15 Desa di Kabupaten Lumajang yang bisa terkena dampak jika Semeru meletus sewaktu-waktu.
Sebanyak 5 kecamatan dan 11 desa tersebut adalah Pronojiwo (Desa Supit Urang, Oro-oro Ombo, Pronojiwo dan Sumber Urip), Candipuro (Desa Sumber Wuluh, Penanggal, Sumber Mujur, Jugosari dan Tambahrejo), Tempeh (Desa Sumberjati dan Gesang), Pasirian (Nguter dan Sememu) dan Pasru Jambe (Desa Pasrujambe dan Kertosari).
Kabid Kesiapsiagaan BPBD Lumajang Hendro mengatakan ada sekitar 3.977 KK dengan jumlah 14.781 jiwa. Semua desa yang terdampak ada di jalur aliran lahar semeru. "Untuk desa terdampak bahaya semeru, kami melakukan sosialisasi pada perangkat desa dan warganya," ungkapnya.
Untuk di kecamatan Pronojiwo, BPBD terus melakukan koordinasi dengan Relawan Laskar Semeru yang di bawah binaan Forum Peduli Bencana Indonesia. Selain itu, untuk data sismik, BPBD terus berkoordinasi dan komunikasi dengan Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, Desa Sumber Wuluh Kecamatan Candipuro.
"Karena aktivitas Semeru masih naik turun, kami tunggu rekomendasi dari badan vulkanologi atau Pos pengamatan Semeru di Gunung Sawur," ujar Hendro. [beritajatim.com]