Senin, 21 Mei 2012 | 17:57 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tafsir Ihdinash Shirathal Mustaqim (3)
Mengenal Tingkatan Hati yang Paling Luar
Headline
IST
Oleh: Ahmad Munjin
nasional - Jumat, 10 Februari 2012 | 12:12 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta – Remaja yang sedang jatuh cinta, mengklaim perasaannya itu berasal dari hati yang paling dalam. Tapi, tahukah Anda lapisan hati yang paling luar menurut tasawuf?

Cendekiawan Muslim Jalaluddin Rakhmat mengatakan, dalam Islam kita harus selalu memohon tambahan petunjuk. Kita tidak boleh merasa sudah benar-benar berada dalam petunjuk sehingga tidak memerlukannya lagi. Dalam Q.S. Maryam: 76, Allah berfirman, Allah tambah orang-orang yang mendapat petunjuk itu dengan petunjuk lagi.

Bila kita sudah mendapat petunjuk Allah, maka Allah akan berikan lagi tambahan petunjuk itu seperti dalam Q.S. Muhammad: 17, Orang-orang yang sudah memperoleh petunjuk, akan Allah tambah petunjuknya. Dan Allah berikan kepada mereka ketakwaannya.

Dalam tasawuf, kita mengetahui bahwa perjalanan mendekati Allah Swt sebetulnya adalah perjalanan menuju hati kita yang paling dalam. Menurut Jalal, kita memiliki beberapa tingkat hati, dari yang paling luar hingga yang paling dalam.

Tingkat yang paling luar kita sebut dengan Shadr. Artinya, hati yang sedih kalau mendapat kesusahan, cemas bila memikirkan bila memikirkan kesulitan, atau senang bila mendapat kegembiraan.

Salah satu nikmat Allah yang pertama kepada Rasulullah Saw ialah Allah bukakan dada Rasulullah, sehingga tidak mengalami kesempitan hati seperti itu lagi. Allah berfirman, Bukankah Kami legakan dadamu, Kami tinggikan sebutan namamu, dan Kami lepaskan dari kamu beban yang menghimpit kamu, yang memberati punggung kamu. (Q.S. al-Insyirah: 1-4).

Zikir sir yang paling awal itu ialah jika shadr kita sudah bisa berzikir. Shadr kita lebih dekat hubungannya dengan otak, metabolism fisik, dan mekanisme hormonal kita. Lantas, apa tingkat hati yang paling dalam? [Bersambung. Sumber: Jalaluddin Rakhmat, Meraih Cinta Ilahi: Pencerahan Sufistik, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000), h. 397].

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.