INILAH.COM, Jakarta - Mantan Menteri Hukum dan Ham Yusril Ihza Mahendra menyatakan, Indonesia membutuhkan pemimpin yang tegas untuk memerangi kasus korupsi
Menurut Yusril, Indonesia membutuhkan pemimpin yang cerdas, namun juga tegas, dan berani mengambil risiko setiap kebijakan.
"Bangsa berkualitas itu, membutuhkan pemimpin yang cerdas, dan berani, tidak peragu," katanya dalam acara bertajuk “Pemimpin Cerdas, Bangsa Cerdas,” yang diadakan Indonext Center, dan Yayasan Pendidikan Soekarno, di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (8/02/2012).
Menurut Yusril, pemimpin cerdas bisa membawa bangsa ke arah kemajuan. “Saat ini tak ada pemimpin yang berani ambil risiko dan berani ambil keputusan. Padahal dengan cara itu, itu bangsa bisa mencapai karakter yang hebat. Kalau kita tidak bisa tempatkan posisi kita maka kita akan tergilas. Apalagi saat ini, kita sadar betul pemimpin kita lemah, ragu-ragu dan lambat dalam mengambil keputusan. Padahal momentum itu tidak datang dua kali. Kita harus cepat tanggap mengambil peluang itu,” tegas Yusril.
Selain itu, Yusril juga mengungkapkan keprihatinannya atas situasi bangsa saat ini. Pemberontakan kecil mulai terjadi di beberapa daerah, seperti Mesuji, dan NTT.
“Konflik tersebut cerminan dari lemahnya penegakan hokum dan keadilan. Karena itu kekerasan menjadi alternatif pengungkapan ekspresi karena kecewa pada kepemimpinan nasional,” imbuh Yusril.