INILAH.COM, Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengakui penyebutan nama Tamsil Linrung yang notabane kader PKS dalam sejumlah kasus-kasus korupsi cukup berdampak terhadap citra PKS. Namun dampak yang dialami diakui tidak begitu signifikan terhadap perolehan suara partai.
"PKS menyadari bahwa isu korupsi yang membawa-bawa nama Tamsil berpengaruh, tapi tentu tidak signifikan," ujar Ketua DPP PKS Bidang Hukum Nasir Djamil kepada INILAH.COM, Kamis (9/2/2012).
Nasir mengatakan, pada prinsipnya PKS sampai saat ini tetap mengusung politik besih, peduli dan profesional. Sehingga citra PKS tidak bisa ditentukan dengan kasus-kasus korupsi yang menyeret Tamsil.
"PKS tetap mengusung semangat bersih, peduli dan profesional. Secara kepartaian, citra PKS ditentukan pada pemilu legislatif yang akan datang. Sedang secara individu bisa dilihat pada pilkada langsung di daerah-daerah," ungkapnya.
Selain itu, Nasir menambahkan, PKS tidak akan mengambil sikap apapun terhadap Tamsil atas penyebutan namanya di sejumlah kasus-kasus korupsi. Sebab sampai saat ini belum ada yang bisa membuktikan keterlibatan Tamsil di kasus-kasus tersebut.
"PKS tidak akan melakukan apa terhadap Tamsil selama tidak ditemukan fakta hukum bahwa dia melakukan korupsi. Isu isu korupsi di DPR yang menyeret-nyeret nama tamsil membuat PKS lebih mawas diri. PKS tidak pernah menghukum kader yang masih diisukan melakukan korupsi," tandasnya.