INILAH.COM, Jakarta - Nama Letnan Jenderal TNI (Purn) Tiopan Bernhard (TB) Silalahi tiba-tiba muncul. Ia menggantikan Amir Syamsuddin sebagai Sekretaris Dewan Kehormatan (DK) Partai Demokrat (PD).
Posisi tersebut boleh dibilang penting. Dewan Kehormatan berfungsi menjaga dan mengawasi etika kader partai. Serta memberi sanksi kepada kader yang melanggar etika atas rekomendasi dari Komisi Pengawas.
Baru sehari menduduki kursi sekretaris DK, pensiunan jenderal bintang tiga ini langsung memberi pernyataan tegas. Semua kader yang bermasalah baik secara hukum maupun etika akan diperiksa satu per satu.
Di internal Partai Demokrat, nama TB Silalahi tidaklah asing, dia akrab disapa dengan sebutan Opung lantaran berasal dari Sumatra Utara. Ia sebelumnya menjabat Ketua Komisi Pengawas yang berfungsi memberikan rekomendasi kepada Dewan Kehormatan.
Bagi Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang juga Presiden RI, TB bukanlah orang baru. SBY sempat mengangkatnya menjadi penasihat presiden.
Kemudian pada tahun 2006, TB menjadi Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan pada tahun 2007 diangkat menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) dalam bidang pertahanan dan keamanan.
Tidak hanya itu, pria yang lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 17 April 1938 ini diberikan kepercayaan menjabat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara pada masa Pemerintahan Presiden Soeharto (1993), Kabinet pembangunan VI.
TB juga memiliki pengabdian di bidang militer. Diawali sebagai Danton Yonkav 4 Siliwangi dalam operasi Kamdagri di Jawa Barat (1962), Wadanki dalam operasi Kamdagri di Sulawesi Selatan (1963-1965) bersamaan dengan operasi Dwikora.
TB pernah ke Timur Tengah sebagai pasukan PBB pada perang Oktober 1973 antara Israel dan Mesir sebagai Camp Commandant UNEF Middle East di Kairo. Selain itu, dosen Sesko AD (1974), Asops Kasdam XVI Hasanuddin di Ujung Pandang (1978), Kasdam IV Diponegoro (1984) dan Asisten Perencanaan dan Anggaran KASAD (1986) dengan pangkat Mayor Jenderal TNI.
Segudang pengalaman yang dimiliki TB, pantas saja SBY menunjuknya mengganti Amir yang mengundurkan diri sebagai Sekretaris DK. Di bawah kepemimpinan TB, Dewan Kehormatan bisa semakin garang.
Gebrakan TB pasti ditunggu oleh publik karena Demokrat saat ini tersudutkan oleh kasus-kasus yang menjerat kader partai. Apalagi beberapa kader partai justru memperkeruh situasi dan memperlemah soliditas saat ini. [bar]