INILAH.COM, Jakarta - Pertemuan yang digelar para pendiri Partai Demokrat merupakan bentuk keresahan dan kepedulian terhadap kondisi partai.
Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat Jero Wacik mengatakan, para pendiri tidak bermaksud melakukan gerakan politik untuk mengganggu soliditas internal.
"Ada satu-dua yang bermasalah, ini membuat resah para pendiri, kok jadinya begini partai kita, kok jadi ada orang-orang begini, itu sebetulnya yang mereka risaukan," kata Jero Wacik, di kantor Presiden RI, Jakarta Pusat, Rabu (8/2/2012).
Para pendiri Demokrat, kata Jero, turut membahas pemulihan citra partai yang terusik oleh kasus suap di Kementeria Pemuda dan Olahraga itu. " Mereka mau mengajak mari kita kembali ke idealisme yang awal, dulu kita partai yang idealis, yang sangat memikirkan rakyat," kata Jero.
Para pemimpin partai berpesan, kader harus kembali ke idealisme partai dan menghindari mengumpulkan kekayaan diri sendiri dengan cara melawan hukum.
"Iya, rekomendasinya mengajak, mengimbau, mari kader-kader Demokrat yang sekarang, yang meneruskan kepemimpinan di Demokrat, mbok ya jaga nama partai, jangan ngumpulin duit yang enggak karuan," kata Jero.
Rekomendasi itu, lanjut Jero, bukan bertujuan melakukan bersih-bersih di partai pemenang pemilu ini. Tapi membenahi kader partai untuk menjauhkan diri dari perbuatan melawan hukum.
"Ya tidak ada rekomendasi membersihkan, emangnya sapu. Ini untuk kembali ke idealisme yang baik, jadi yang sudah melenceng sedikit, mbok ya masuk ke jalan yang benar," katanya. [mah]