INILAH.COM, Jakarta - Badan Kehormatan (BK) DPR resmi memberi sanksi teguran tegas kepada Ruhut Sitompul. BK juga mewajibkan Ruhut untuk memperbaiki hubungannya dengan keluarga terutama istri dan anaknya.
Jika Ruhut tidak menerima sanksi tersebut dan tidak menjalankan perintah BK, khawatir akan ada implikasi yang jauh di masa yang akan datang.
"Keputusan BK sudah paling bijaksana. Tolong itu diikuti. Sebab kalau tidak dihormati itu efek kelanjutan bisa panjang. Lebih baik dibaca dan dihormati dulu. Karena debatnya panjang sekali," tegas anggota BK Fahri Hamzah saat ditemui di gedung DPR, Jakarta, Rabu (8/2/2012).
Hanya saja, seperti apa implikasinya, Fahri tidak memberi tahu. Termasuk apakah ada kemungkinan PAW. "Itu sudah keputusan terbaik," katanya.
Sebelumnya, wakil Ketua BK Siswono Yudo Husodo membenarkan BK telah memberikan sanksi. Sanksi itu, karena konflik rumah tangga Ruhut dengan istrinya. "Mereka ada sengketa, status anak, macam-macam," katanya.
Sanksi kepada Ruhut akan BK sampaikan ke Fraksi Partai Demokrat. Dan FPD nantinya yang akan menyampaikan ke Ruhut. "Tertulis ke fraksi dan fraksi yang menyampaikan," katanya. [mah]