INILAH.COM, Jakarta - Popularitas Partai Demokrat terus tergerus oleh kasus wisma atlet yang menyeret sejumlah elite partai. Namun, para kader yakin popularitas partai itu dapat naik kembali.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan, untuk menaikkan tren dukungan partai bukan hanya tanggung jawab Anas Urbaningrum sebagai ketua umum. "Tapi tanggung jawab bersama semua kader partai," ujar Saan di Gedung DPR, Selasa (7/2/2012).
Menurut dia, para kader Partai Demokrat juga ingin dan berkepentingan mencegah tren elektabilitas partai terus turun. Banyak hal menyebabkan anjloknya elektabilitas partai saat ini. Salah satunya adalah kasus dugaan korupsi proyek wisma atlet SEA Games yang menyeret mantan Bendahara Umum Demokrat M Nazaruddin.
"Hasil survei selalu berfluktuasi, tapi itu kan biasa. Banyak variable yang mempengaruhinya. Misalnya, kasus Nazar, kan bisa diukur berpengaruh atau tidak dan lain-lain."
Meski begitu, hasil survei tetap penting sebagai acuan para kader untuk bekerja dan meningkatkan kinerjanya. "Sebagai sebuah gambaran atau potret kekinian tentang persepsi dan kepuasan masyarakat, hasil survei tetap penting bagi Demokrat untuk diperhatikan," kata Saan.
Sebelumnya, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman mengatakan DPP Partai Demokrat harus segera mengambil langkah penyelamatan agar posisi Demokrat tidak kembali tersungkur.
Pada Februari 2012, Lembaga Survei Indonesia mencatat perolehan suara Demokrat dari hasil survei hanya 13,7 persen, atau merosot jauh dari Golkar diposisi puncak 18,9 persen, dan PDI Perjuangan diposisi kedua 14,2 persen.
"Ini tugas DPP. Kalau DPP tidak mampu, maka Dewan Pembina yang akan turun tangan. Karena tidak bisa dibiarkan turun terus, nanti bangkitnya susah," katanya.
Hayono menambahkan, DPP harus segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi dan menghentikan citra Demokrat yang saat ini menurun di mata publik. "Ini adalah tugas DPP, apa langkahnya kami serahkan ke DPP," tuturnya. [yeh]