Kamis, 17 Mei 2012 | 12:53 WIB
Follow Us: Facebook twitter
'Popularitas Demokrat bukan Tanggung Jawab Anas"
Headline
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Saan Mustopa - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Ajat M Fajar
nasional - Selasa, 7 Februari 2012 | 14:51 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Popularitas Partai Demokrat terus tergerus oleh kasus wisma atlet yang menyeret sejumlah elite partai. Namun, para kader yakin popularitas partai itu dapat naik kembali.

Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Demokrat Saan Mustopa mengatakan, untuk menaikkan tren dukungan partai bukan hanya tanggung jawab Anas Urbaningrum sebagai ketua umum. "Tapi tanggung jawab bersama semua kader partai," ujar Saan di Gedung DPR, Selasa (7/2/2012).

Menurut dia, para kader Partai Demokrat juga ingin dan berkepentingan mencegah tren elektabilitas partai terus turun. Banyak hal menyebabkan anjloknya elektabilitas partai saat ini. Salah satunya adalah kasus dugaan korupsi proyek wisma atlet SEA Games yang menyeret mantan Bendahara Umum Demokrat M Nazaruddin.

"Hasil survei selalu berfluktuasi, tapi itu kan biasa. Banyak variable yang mempengaruhinya. Misalnya, kasus Nazar, kan bisa diukur berpengaruh atau tidak dan lain-lain."

Meski begitu, hasil survei tetap penting sebagai acuan para kader untuk bekerja dan meningkatkan kinerjanya. "Sebagai sebuah gambaran atau potret kekinian tentang persepsi dan kepuasan masyarakat, hasil survei tetap penting bagi Demokrat untuk diperhatikan," kata Saan.

Sebelumnya, anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Hayono Isman mengatakan DPP Partai Demokrat harus segera mengambil langkah penyelamatan agar posisi Demokrat tidak kembali tersungkur.

Pada Februari 2012, Lembaga Survei Indonesia mencatat perolehan suara Demokrat dari hasil survei hanya 13,7 persen, atau merosot jauh dari Golkar diposisi puncak 18,9 persen, dan PDI Perjuangan diposisi kedua 14,2 persen.

"Ini tugas DPP. Kalau DPP tidak mampu, maka Dewan Pembina yang akan turun tangan. Karena tidak bisa dibiarkan turun terus, nanti bangkitnya susah," katanya.

Hayono menambahkan, DPP harus segera mengambil tindakan konkret untuk mengatasi dan menghentikan citra Demokrat yang saat ini menurun di mata publik. "Ini adalah tugas DPP, apa langkahnya kami serahkan ke DPP," tuturnya. [yeh]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
1 Komentar
hendi
Rabu, 8 Februari 2012 | 08:34 WIB
Popularitas partai demokrat akan semakin terpuruk, nampaknya sudah disadari kadernya, makanya beramai-ramai mengerogoti uang negara, sekalipun satu demi satu akan jadi tersangka. tidak usah risau pada KPK, mudah itu.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.