Kamis, 17 Mei 2012 | 12:33 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Siapa Sasaran 'Nyanyian' Angelina Sondakh?
Headline
Angelina Sondakh - inilah.com/Danu
Oleh: R Ferdian Andi R
nasional - Senin, 6 Februari 2012 | 08:15 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Tersangka suap Wisma Atlet Angelina Sondakh yang juga politikus Partai Demokrat secara konsisten membantah terlibat dalam kasus skandal Sea Games ke-26 itu. Angelina justru merasa dikhinati dan dikorbankan. Siapa yang akan disasar dalam nyanyiannya?

Kamis, 15 April 2010 malam di Ballroom, Hotel Sultan, Jakarta, tampak Adjie Massaid dan Angelina Sondakh cukup sibuk. Malam itu merupakan deklarasi pencalonan kandidat Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Adjie terlihat memegang Handy Talkie sebagai alat komunikasi dengan sesama panitia deklarasi. Dia juga tampak mengawal saat Anas bersama istri memasuki ballrooom Hotel Sultan, Jakarta yang diisi sekitar 1.000 orang pendukung Anas.

Angie, demikian Angelina kerap disapa, yang saat itu belum lama dianugerahi putera pertamanya, pulang larut malam hingga acara deklarasi usai. Pasangan politisi Partai Demokrat itu memang menjadi tim inti pemenangan pencalonan Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum.

Atas jerih payah dan loyalitas keduanya, saat Anas memenangi pertarungan Kongres Partai Demokrat, Adjie Massaid diganjar sebagai Ketua Departemen Pekerjaan Umum DPP Partai Demokrat. Sedangkan Angie, didapuk sebagai Wakil Sekjen DPP Partai Demokrat.

Peristiwa itu tampaknya hanya akan menjadi sejarah bagi Angie dalam puncak karir politiknya. Kini, dia justru menjadi tersangka dalam kasus yang dikait-kaitkan dengan para petinggi Partai Demokrat. Seperti Nazaruddin, bekas Bendahara Umum Partai Demokrat, yang telah menjadi terdakwa dalam kasus ini, Anas Urbaningrum, Andi Mallarangeng, serta Mirwan Amir.

Jika merujuk berbagai pernyataan Angie terkait kasus yang dituduhkan kepada dirinya, dia mengaku dikhianati teman politiknya dalam perkara ini. Pernyataan itu disampaikan saat peringatan 100 hari meninggalnya Adjie Massaid pada 15 Mei 2011. "Saya kehilangan teman politik yang tidak pernah berkhianat," kata Anggie.

Seperti mengulang pernyataan tahun lalu, sesaat setelah dijadikan sebagai tersangka oleh Komisi Pembetantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (3/2/2012) siang lalu, Angie kembali menyebutkan saat ini bisa menilai mana sahabat sesungguhnya dan yang pura-pura. "Sekarang saya bisa menilai mana sahabat sesungguhnya dan mana yang pura-pura baik," kata Angie yang disampaikan melalui sahabatnya Kahfi Siregar.

Seolah bermaksud untuk penegasan pernyataan sebelum-sebelumnya, melalui akun twitter milikinya, Angie memposting tentang kondisi yang terjadi saat ini pada dirinya. Menurut dia, penetapan tersangka bukanlah akhir namun justru permulaan. Dia menyebut, politik penuh dengan intrik yang tidak pernah fair. "This is not the end, Its just the begining. Politics never fair play," tulis Angie.

Seperti pengakuan rekan separtainya Ruhut Poltak Sitompul, tak lama sebelum penetapan Angie sebagai tersangka oleh KPK, Kamis (2/2/2012) Angie menghubungi dirinya untuk menyampaikan curahan hatinya terkait persoalan yang mendera.

Pilihan curhat Angie kepada Ruhut juga menarik dicermati. Ruhut yang semula bersama Angie sebagai tim sukses sekaligus tim inti Anas Urbaningrum, justru meminta Anas mundur dari posisi sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Situasi ini seperti menggenapkan asumsi dan rumor yang belakangan santer beredar di publik. Diktum bila Angie menjadi tersangka maka posisi Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng juga terancam seolah menemukan pembenarannya. Akankah Anas Urbaningrum dan Andi Mallarangeng akan menjadi materi nyanyian Angie kelak? Kita lihat saja perkembangan kasus ini.

Apalagi, Ketua KPK Abraham Samad secara tegas tidak akan berhenti pada penetapan Angie sebagai tersangka. "Tidak ada yang kebal hukum baik penguasa, pengusaha, maupun ketua partai," tandas Abraham. [mdr]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
9 Komentar
sja udin
Kamis, 9 Februari 2012 | 10:58 WIB
kalo benar cepatlah bertobat terlalu banyak rakyat/masyarakat indonesia yg sangat menderita akibat perbuatanmu ada yg kelaparan sampai busung lapar .... bertobatlah
ratualam
Kamis, 9 Februari 2012 | 09:09 WIB
Pak Abraham Samad dukungan kami selalu mengalir untukmu untuk memberantas KORUPSI,...Busyro, Bambang cs mana keberanianmu selama ini (ternyata koar2 saja) masih banyak waktu untuk mengikuti jejak Pak Abraham Somad. @anggi jangan takut untuk membuka siapa petinggi Demokrat yg terlibat,...jangan mau sendirian masuk penjara lain berleha-leha menikmati hasilnya,,,,,@mbak anggi bongkar sajaaaaaa semuanya & hitung untuk menebus dosa !!!! Jangan Takut untuk Kebenaran dan Kebenaran PASTI MENANG
IBRAHIM
Selasa, 7 Februari 2012 | 14:24 WIB
Alhamdulillah koruptor artis dah kena terus tangkap orang2 korup biar tahu rasa, mudah2n cs nya juga jadi tersangka. slamat tinggal DEMOKRAT untuk slamanya .....
djalaluddin lubis
Selasa, 7 Februari 2012 | 11:53 WIB
Baru tau ya...bahwa Politic itu kotor....Lebih bagus jadi artis ajalah...ngak pusing tujuh keliling
aldi
Senin, 6 Februari 2012 | 17:32 WIB
kalau korupsi ngaku penjara akan full , kami di manado sangat menyesalkan tindakan angi yg memalukan daerah kami
ainun
Senin, 6 Februari 2012 | 17:26 WIB
KPK tentu tidak gegabah untuk menentukan seseorang menjadi tersangka. Tentu punya alat bukti yang kuat dan akurat.
Pengagum Mbak Angie
Senin, 6 Februari 2012 | 12:20 WIB
Semua itu hanya ujian belaka, semoga mbak Angie bersabar, dan semuanya pasti berakhir...
Oh Putri Ayu Nan Menawan Hati, mengapa dikau..??
Senin, 6 Februari 2012 | 12:18 WIB
Hanya mendoakan semoga hanya sekedar permainan belaka, nggak sungguhan sebagai tersangka... soalnya sudah mengatakan "TIDAK" pada korupsi... tapi kalau "suap" kan tidak termasuk korupsi... jadi... katakan apa ya..???
Parollok
Senin, 6 Februari 2012 | 11:33 WIB
Mungkin Angie dianggap oleh kader partai itu mengidap penyakit menular jadi mereka menjauh. Tetapi sewaktu dulu menjadi kordinator di Banggar pasti nempel semua, biar kebagian cipratan.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.