INILAH.COM, Jakarta - Direksi Hotel Pusako, Bukittinggi, Sumatera Barat, melalui penasihat hukumnya, Syahrir, keberatan dengan pemuatan foto ilustrasi di situs berita ini yang dinilainya tidak sesuai dengan peristiwa penggerebekan 'Bar Hotel Pusako' tersebut.
Saat Ormas Islam menggerebek bar itu, Rabu (11/1/2012) sekitar pukul 23.30 WIB, menurut Syahrir, aparat kepolisian tidak diikutsertakan. "Tapi, dalam foto itu terlihat gambar aparat kepolisian sedang melakukan penggerebekan," jelas Syahril dalam suratnya kepada INILAH.COM (1/2/2012). Keberatan ini terkaitberita berjudul "Bar Hotel Pusako Kembali Digerebek" di rubrik sindikasi INILAH.COM, Jumat, 13 Januari 2012.
Dia mengatakan, penggerebekan juga berjalan damai tanpa adanya tindakan anarkistis baik dari pihak ormas maupun pengelola Hotel Pusako. "Kami mensinyalir foto/gambar penggerebekan itu bukan terjadi di Hotel Pusako," kata dia.
Syahril juga menyangkal pemberitaan bahwa saat penggerebekan banyak pengunjung yang lari tunggang langgang lewat pintu belakang bar. "Ini tidak benar karena di bar hanya ada satu pintu."
Selain itu, lanjut Syahril, saat penggerebekan tidak terjadi penyitaan terhadap kepingan CD Musik House. Oleh karena itu, atas pemuatan gambar dan pemberitaan tersebut, Syahril meminta INILAH.COM melakukan klarifikasi agar tidak merugikan kliennya.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Hotel Pusako Bukittinggi, Rabu (11/1), digerebek ormas Islam, ninik mamak, dan pengurus masjid se Kota Bukittinggi. Kejadian ini merupakan yang kedua, setelah pada malam pergantian tahun lalu. Saat penggerebekan tidak ada tindakan anarkis.
Ormas yang dipimpin Ketua MUI Bukittinggi Zainuddin Tanjung itu hanya memberikan tausyiah dan meminta pihak pengelola menemui mereka. Berita penggerebekan Bar Hotel Pusako dirilis situs berita ini dari Haluan Padang, dan foto yang ditayangkan hanyalah ilustrasi.