Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 24 Mei 2017 | 20:32 WIB

"Piramida Garut dan Benua Atlantis belum Diteliti"

Oleh : Laela Zahra | Kamis, 2 Februari 2012 | 15:07 WIB
IST
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Ahli genetika dan DNA manusia asal Universitas Oxford, Stephen Oppenheimer belum meneliti keterkaitan Piramida Garut, Jawa Barat, dengan benua Atlantis yang hilang.

"Saya belum melihat piramida di Garut, jadi saya tidak bisa mengomentarinya," kata Oppenheimer usai bertemu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Istana Negara, Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Meski dia mengkui Indonesia sebagai Benua Atlantis yang hilang, namun Oppenheimer tidak mengetahui petunjuk Piramida Garut menunjukkan letak benua yang hilang ini.

"Ini mungkin bahwa Indonesia adalah Atlantis yang hilang, tapi saya tidak tahu bukti yang kuat untuk itu. Saya tidak menulis di buku saya, saya tidak ingin menulis tentang hal ini (Piramida Garut) karena saya tidak tahu bukti itu," ujarnya.

Oppenheimer mengatakan, tidak bisa sependapat dengan temuan para peneliti yang menyatakan Piramida Garut dan sejumlah monumen di Garut sebagai petunjuk letak Benua Atlantis.

"Sejauh ini soal piramida dan monumen kuno, saya belum memiliki bukti kuat. Saya bukan mengatakan tidak, tapi saya tidak bisa setuju dengan sesuatu yang saya belum lihat," kata Oppenheimer.

Oppenheimer melakukan kunjungan ke Indonesia dan diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Selain itu penulis buku tentang Benua Atlantis ini akan menghadiri kegiatan '4th International Conference on Indonesian Studies (ICSSIS)' di Bali, juga kegiatan Sarasehan 'Menguak Tabir Peradaban dan Bencana Katastropik Purba' di Jakarta. [yeh]

 
x