INILAH.COM, Jakarta - Argumentasi politisi seringkali lebih mengena jika dijelaskan dengan diselingi guyonan penuh makna. Hal itu pula yang dilakukan Ketua DPP Partai Demokrat Benny K Harman.
Karut-marut yang terjadi di internal Partai Demokrat belakangan ini juga menjadi perhatian seluruh kader Partai Demokrat. Tak terkecuali bagi Ketua Bidang Penegakan Hukum DPP Partai Demokrat Benny K Harman.
Dia menyebutkan yang terjadi saat ini di Partai Demokrat hanyalah upaya rayap dan parasit yang muncul baik dari dalam maupun luar Partai Demokrat. "Mereka tidak menghendaki Partai Demokrat kuat dan solid," katanya kepada warawan di gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/1/2012).
Hanya saja, Ketua Komisi Hukum DPR RI ini menegaskan pihaknya sama sekali tidak terpengaruh dengan upaya intrik yang muncul dari dalam maupun luar partai. Nah, saat menjelaskan poin ini, Benny bercerita soal janda dan bulan purnama. "Tetapi sikap kami terhadap gonggongan politik itu seperti cerita berikut ini," ucap Benny.
Dia menceritakan soal janda dan anjing miliknya yang keluar pada malam hari ketika bulan purnama tiba. "Setiap bulan purnama muncul, anjing milik si Janda itu menggonggong," cerita Benny.
Namun, kata Benny, gongongan anjing milik si Janda itu sama sekali tidak mempengaruhi terangnya bulan purnama pada malam hari itu. Alih-alih gongongan anjing itu meredupkan sinar bulan purnama, "Yang terjadi, bulan purnama semakin terang cahayanya," cetus Benny. Dia melanjutkan bulan purnama tak pernah meredup meskip anjing selalu mengongong.
Benny tak merinci siapa yang dimaksud dengan kiasan aktor yang muncul dalam cerita tersebut seperti janda, anjing, termasuk bulan purnama. Bisa saja, Benny mengandaikan posisi Partai Demokrat seperti bulan purnama yang senantiasa bersinar kendati banyak rayap dan parasit yang bermunculan. Entahlah. [mdr]