Kamis, 17 Mei 2012 | 12:12 WIB
Follow Us: Facebook twitter
ICW: Parpol Masih Tergantung Cukong
Headline
IST
Oleh: Laela Zahra
nasional - Minggu, 29 Januari 2012 | 15:43 WIB

INILAH.COM, Jakarta - Dana partai politik (parpol) yang digunakan untuk mobilisasis kepentingan pemilihan umum (pemilu) dinilai nyaris tidak bersumber dari dana yang halal.

Indonesia Corruption Watch (ICW) mengatakan dana partai politik umumnya bersumber dari hasil korupsi dan hibah konglomerat. "Partai masih bergantung pada cukong dan orang yang sangat kaya," kata Danang, Jakarta, Minggu (29/1/2012).

Pos-pos praktik korupsi di instansi pemerintah diprediksi ICW paling besar terjadi tiga kementerian. Diantaranya, Kementerian Koprasi dan Usaha Kecil Menengah, dan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi.

Danang mengatakan pos korupsi terbesar lainnya terjadi juga di daerah pada alokasi dana bantuan sosial. "Kalau mau korupsi ya terkait dengan keuangan daerah dan sosial kemasyarakatan. Dana bantuan sosial juga selalu digunakan sebagai dana korupsi," katanya.

Modus yang digunakan masih menggunakan cara-cara konvensional yakni menggelapkan anggaran, membuat perjalanan fiktif, dan proyek fiktif.

"Saya kira jelas kebutuhan 2014 sangat penting, tidak peduli bagaimana caranya supaya mereka mempunyai uang," kata Danang. [bar]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.