INILAH.COM, Jakarta - Amuk massa yang terjadi di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kamis (26/1/2012), diprediksi timbulkan kerugian miliaran rupiah.
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Irjen Saud Usman Nasution, mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat menyangkut berbagai hal paska kerusuhan itu. "Belum diketahui berapa, masih diinventarisir," terangnya saat dihubungi INILAH.COM, Sabtu (28/1/2012).
Senada, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri, Kombes Boy Rafly Amar, menambahkan, pihaknya mengkalkulasi sementara kerugian akibat kerusuhan Bima mencapai Rp5 miliar lebih.
Namun angka persisnya, ia belum bisa menyampaikan karena masih diinventarisis dilapangan. "Estimasi sementara kerugiannya sekitar Rp5 miliar,"ucapnya saat dihubungi, Sabtu (28/1/2012).
Secara khusus mantan Kabid Humad Polda Metrojaya ini menghimbau agar masyarakat tidak mengedepankan kekerasan dalam menyampaikan aspirasi.
Karena dampaknya bukan saja merugikan diri sendiri, melainkan juga masyarakat secara umum. Karena pelayanan kepada masyarakat menjadi terganggu.
"Kalau ada aspirasi-aspirasi yang tidak sejalan, kami berharap ada solusi hukum dalam penyelesaian, agar semua dapat diselesaikan dengan damai," ujar Boy. [mah]