INILAH.COM, Jakarta- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan mendatangi gedung DPR RI dan meminta keterangan sejumlah pihak yang terkait dengan renovasi ruang Banggar senilai Rp20 miliar.
Juru Bicara KPK, Johan Budi mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengumpulkan bahan keterangan (pulbaket) terkait renovasi ruang Banggar yang dinilai sebagian pihak nilainya tak wajar yaitu menghabiskan anggaran sebesar Rp20 miliar.
"Penelusuran dengan cara mendatangi orang-orang yang memberi tahu dan mengetahui soal renovasi tersebut," jelas Johan Budi di gedung KPK, Jakarta, Kamis (19/1/2012).[dit]
Saat ini lanjutnya, KPK telah mendapatkan laporan terkait renovasi ruang Banggar yang menghabiskan dana sebesar Rp20 miliar. Rencananya, KPK akan menggandeng Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit penggunaan anggaran dan mencari apakah ada indikasi korupsi dalam penggunaan anggaran tersebut.
Johan mengatakan, permintaan keterangan dalam rangka pulbaket tersebut tidak melulu harus memanggil orang yang dinilai berkepentingan ke KPK, seperti Banggar, Sekjen DPR RI, BURT hingga Pimpinan DPR RI. "Tidak selalu dengan cara memanggil. Bisa jadi kita yang kesana (DPR RI)," terangnya.