Find and Follow Us

Sabtu, 18 Januari 2020 | 11:50 WIB

I Gusti Putu Artha

Makna Bunga Mungil di Telinganya

Oleh : R Ferdian Andi R | Minggu, 15 Januari 2012 | 00:16 WIB
Makna Bunga Mungil di Telinganya
Komisioner KPU I Gusti Putu Artha - inilah.com
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Jika memperhatikan secara cermat komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) I Gusti Putu Artha dipastikan akan melihat bunga mungil diselipkan di telinga kanannya. Apa makna bunga itu?

Sejak I Gusti Putu Artha menjadi komisioner KPU, wajahnya kerap berseliweran di layar kaca ataupun di forum resmi seperti DPR. Dalam penampilannya itu, Putu bisa dipastikan selalu menyelipkan bunga kecil di telinga kanannya.

"Ini bagian tradisi di Bali," ucap Putu kepada INILAH.COM usai Rapat Tim Pemantau Otsus Papua dan Aceh di gedung DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/1/2012).

Putu yang memang berasal dari Bali ini merupakan penganut agama Hindu. Menurut penuturan Putu, dalam tradisi agama Hindu, terdapat empat hal penting dalam peribadatan yakni bunga, mantra, air suci, dan dupa.

Terkait dengan bunga kecil yang kerap ia selipkan di kuping kirinya, Putu menyebutkan setiap harinya ia selipkan bunga itu sebanyak tiga kali. "Pagi, siang, dan sore. Nah, kalau sedang di jalan tidak ada bunga, cukup dengan mantra," urainya.

Putu menuturkan, bunga merupakan simbol berkah dan ketulusan kepada Tuhan. Dia mengibaratkan, bunga tersebut seperti pemberiang seseorang kepada kekasih tercintanya. "Ya, sama memberi bunga ke pasangan kita," kata mantan jurnalis di Bali ini.

Lebih lanjut menurut komisioner KPU yang kembali mendaftar sebagai anggota komisioner KPU ini, spritualitas cukup penting bagi hidupnya. Ia mengibaratkan baterai yang setiap saat perlu diisi ulang (charge). "Ini juga bagian dari pengamanan spritual. Seperti baterei, jiwa ini juga harus di-charge," tambahnya.

Putu termasuk sedikit dari banyak pejabat di republik ini yang masih memegang tradisi keagamaan dan daerah asalnya. Setidaknya, saat ini baik di level menteri maupun eselon I, tidak banyak yang memiliki kesamaan daerah dan agama dengan Putu. Namun tak pernah melakukan apa yang dilakukan Putu. [mdr]

Komentar

Embed Widget
x