Senin, 15 September 2014 | 11:03 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Pindad: RI Butuh Leopard Saingi Tank T72 Malaysia
Headline
IST
Oleh:
nasional - Jumat, 13 Januari 2012 | 13:37 WIB
Berita Terkait


INILAH.COM, Jakarta - Meski mampu membuat tank medium, PT Pindad menilai Indonesia tetap memerlukan tank besar seperti Leopard buatan Jerman.

Direktur Utama PT Pindad Adik Avianto Soedarsono mengatakan, Leopard dibutuhkan untuk memperkuat postur pertahan Indonesia dalam menandingi Malaysia.

"Malaysia punya tank kelas berat jenis T72 buatan Rusia, tank Leopard juga tank kelas berat seperti T72," ujar Adik seperti diberitakan inilahkoran, Jumat (13/1/2012).

Jika Kementerian Pertahanan (Kemenhan) jadi membeli Leopard, maka lanjut Adik, Pindad siap memproduksi amunisi peluru untuk Leopard.

Pindad telah menjalin kerjasama dengan Rheinmetall perusahaan otomotif dan industri pertahanan dari Jerman yang memproduksi Leopard. "Mereka berjanji akan sharing teknologinya sama kita salah satunay terkait rudal dan alutsista lainnya," jelas Adik. [mah]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
9 Komentar
good
Kamis, 18 Oktober 2012 | 07:00 WIB
kok sudah oktober belum tampak batang hidungnya si leo, jangan2 ?????..... setelah leo tiba,pindad harus bongkar 1 leo, pelajari, kemudian harus bisa membuat semacam leo versi indonesia tuk kemandirian alutsista indonesia
Hazan
Rabu, 8 Agustus 2012 | 23:06 WIB
Kalau ada anggota DPR yang tidak setuju dengan pembuatan ataupun pembelian persenjataan militer RI, suruh mereka saja yang maju duluan kalau ada pihak luar yang menyerang pulau-pulau di Indonesia yang super banyak ini, suruh pakai bambu runcing. Wakil rakyat tapi nggak bisa mewakili rasa kecemasan dan kekhawatiran rakyat akan kondisi peralatan perang TNI yang serba kurang, tua, tidak bisa buat sendiri dan rawan embargo senjata dari negara pembuat atau negara-negara kuat dunia lainnya. Harusnya didukung penuh terutama untuk buat sendiri maupun beli dari luar negeri, baik dana maupun fasilitas lainnya.Nantinya akan berdampak juga terhadap kemajuan ekonomi negara dan martabat negara, kalau bisa lebih banyak buat senjata sendiri. Bagaimana pemimpin dinegeri ini tidak punya komitmen kuat terhadap kemajuan sesuatu. Kalau kondisi penjaga kedaulatan negara terus menerus seperti ini, rakyat merasa cemas dan khawatir terus menerus pula. Lihat saja negara- negara yang kalah perang, bagaimana nasib rakyatnya dan negaranya sebagai akibat kalah perang.Adakah harga dirinya, mereka akan malu menunjukkan jati dirinya didunia internasional.
JULIUS
Selasa, 13 Maret 2012 | 20:55 WIB
NANTI INDONESIA BELI TANK YG TERBARU YG TANK GK BISA DITEMBAK
kode 78
Minggu, 11 Maret 2012 | 16:01 WIB
yang ngk tahu tentang militer jangan komentar.
ben
Minggu, 19 Februari 2012 | 22:20 WIB
Emang nunggu diserang baru beli tank... tunggu hujan baru beli payung..... pakai logika dong kalau komentar.... he...he...e... lucu sampai sakit perut...
mufiapyscho
Rabu, 25 Januari 2012 | 15:21 WIB
Malaysia punya PT-91, Thailand M60, Singapur Leopard 2 SPMOD, Vietnam Type-85, Indonesia ?
garudaku
Senin, 16 Januari 2012 | 10:06 WIB
@fr : emang beli alusista mesti mau perang dulu? baca kembali apa gunanya TNI di Indonesia!
fr
Sabtu, 14 Januari 2012 | 23:16 WIB
emang mau perang nya kapan, kok beli yg mahal mahal,,,
mprutzz
Jumat, 13 Januari 2012 | 18:17 WIB
semoga Leopard 2A6 segera memperkuat TNI-AD tercinta!
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER