INILAH.COM, Surabaya - Samsuri (55), warga Simogunung Baru Jaya Blok D2, ditemukan gantung diri di rumahnya. Kejadian ini membuat warga ramai membicarakan kematiannya yang begitu mengenaskan.
Diduga pria yang bekerja tukang becak yang biasa mangkal di kawasan Simogunung, nekat melakukan aksinya itu karena depresi. Adik Samsuri orang pertama kali yang menemukan jasad Samsuri, sekitar pukul 07.00 WIB.
Saat itu adik Samsuri mengecek keadaan Samsuri seperti hari biasanya. Tapi pengecekan itu dikejutkan dengan keadaan kakaknya tergantung di pintu dengan menggunakan kain sarung.
Kanit Reskrim polsek Sawahan AKP Gatot Setyo Budi menuturkan tak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh Samsuri. Ia juga memastikan jika tindakan Samsuri ini murni bunuh diri.
"Bunuh diri yang dilakukannya bukan cuma kali ini saja. Sebelumnya dia pernah mencoba melompat ke sumur namun dapat dicegah. Kali ini tak dapat dicegah karena rumah petak yang korban tinggali sepi," tutur Gatot di lokasi, Jumat (13/1/2012).
Samsuri diduga depresi sejak 2009. Anehnya depresi yang dirasakan Samsuri gara-gara selalu dikejar-kejar orang. Jika sudah kumat maka Samsuri akan coba menghalau orang-orang yang berada di dekatnya.
"Korban sendiri juga sempat dirawat di rumah sakit jiwa," tambah Gatot lagi. [beritajatim.com]