Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 01:37 WIB

Djoko: Gangguan Keamanan Aceh Terkait Pemilukada

Oleh : Laela Zahra | Selasa, 10 Januari 2012 | 21:00 WIB
Djoko: Gangguan Keamanan Aceh Terkait Pemilukada
Menkopolhukam Djoko Suyanto - inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengakui gangguan keamanan yang terjadi di Nanggroe Aceh Darussalam, terkait dengan pemilihan umum kepala daerah (pemilu kada) yang akan berlangsung awal tahun ini.

"Memang dari awal kemarin seolah-olah kan tidak ada kaitannya, perkembangan seperti itu pasti dikaji lebih lanjut baik oleh Menko Polhukam, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) kemudian Komisi Pemilihan Umum (KPU), Bawaslu pasti itu tidak mungkin terlepas dan terkait dengan proses pemilu kada yang ada," jelas Djoko di Istana Negara RI, Jakarta, Selasa (10/1/2012).

Sejak 31 Desember 2011 hingga hari ini telah terjadi lima kasus penembakan yang menewaskan lima orang warga sipil. Penembakan terakhir terjadi di rumah calon bupati independen Aceh Utara Misbahul Munir, Selasa (10/1/2012), pukul 03.30 WIB. Rumah Munir ditembaki dan dilempari bom molotov oleh sekelompok orang tak dikenal. Beruntung, saat penembakan berlangsung, rumah Munir dalam keadaan kosong karena tengah ditinggal ke Medan oleh pemiliknya.

Djoko mengatakan, rangkaian kasus penembakan ini terus diselidiki oleh Polri keterkaitannya dengan upaya penggagalan pemilihan bupati dan gubernur.

"Oleh karena itu kita juga tidak berhenti, intinya demokrasi itu mengakomodir yang ada, ada partai lokal, nasional, yang ikut harus berada dalam proses demokratisasi. Kebersamaan dalam ikut proses menentukan pilihan kepala daerahnya masing-masing kan harus diwadahi, untuk mewujudkan proses demokrasi yang baik," jelasnya lagi.

Menkopolhukam menegaskan cara-cara seperti mengganggu keamanan Aceh untuk melakukan aksi protes terkait pelaksanaan pemilukada di Aceh sangat tidak diinginkan. [bay]

Komentar

x