Kamis, 17 Mei 2012 | 11:24 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Tak Terima Penjelasan, Putuskan Diplomatik
Headline
Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin - Foto : Ist
Oleh: Ajat M Fajar
nasional - Minggu, 8 Januari 2012 | 21:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi PDI Perjuangan TB Hasanuddin meminta kepada pemerintah memutuskan hubungan diplomatis dengan pemerintah Papua Nugini (PNG) jika masih tidak bisa menerima penjelasan mengenai insiden intersepsi (pencegatan) pesawat Falcon 900 oleh TNI AU.

"Kalau perdana menteri Papua Nugini tidak bersedia menerima penjelasan resmi pemerintah RI, saya menyarankan putuskan hubungan diplomatis dengan Papua Nugini," ujar TB kepada INILAH.COM, Minggu (8/1/2012).

Hal ini diungkapkan TB karena ancaman Perdana Menteri Papua Nugini (PNG) Peter O'Neil yang hendak mengusir duta besar Indonesia yang berada disana dan akan menarik duta besarnya yang ada di Indonesia. "Kita jangan lemah menghadapi gertakan mereka," tegasnya.

Meski begitu, TB mengapresiasi keberania Perdana Menteri PNG Peter O'Neil yang mengeluarkan ancaman tersebut pasca intersepsi pesawat yang ditumpangi wakil perdana menterinya di wilayah udara Indonesia.

"Tapi sebaliknya kita patut mengapresiasi keberanian perdana menteri papua Nugini yang dengan lantang menyatakan protes keras dalam menjaga kehormatan jabatannya. Hal yang sama belum tentu bila menimpa pajabat Indonesia," ungkapnya. [mvi]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
2 Komentar
Irwan Taher
Senin, 9 Januari 2012 | 02:18 WIB
Betul mang ! Kalo pejabat Indonesia mah nurut aja apa kata org asing, krn udah nerima fulusnya. Wajar dong kagak berani ngelawan, daripada diminta balik "FEE" itu !!!
tonniyb
Minggu, 8 Januari 2012 | 22:34 WIB
Pernyataan PM Peter O"Neil, sah-sah saja, sayangnya Pemerintah maupun anggota Dewan kita plin-plan sekali malah membuat komentar seperti preman jalanan. Seharusnya bolehlah dipikirkan: Apalah PNG buat Indonesia. Untuk kondisi sekarang kalau PNG ingin mengusir Diplomat kita dan menarik Diplomatnya dari Indonesia sebaiknya ndak ada yang perlu ditakuti,tunjukkan bahwa Indinesiapun bisa melakukan hal serupa. Apalah PNG buat Indonesia, kok begitu takutnya digertak-gertak oleh negara kecil. Tunjukkan bung kalau benar-benar negara berdaulat dan berkesatuan. Anggota Dewan kita dan Pemerintah janganlah persoalan ini dijadikan WACANA, bertindaklah tegas!.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.