Find and Follow Us

Senin, 20 Januari 2020 | 17:47 WIB

Suap Wisma Atlet

Mekeng Minta Nazar Bongkar 'Ketua Besar'

Oleh : Marlen Sitompul | Sabtu, 7 Januari 2012 | 03:45 WIB
Mekeng Minta Nazar Bongkar 'Ketua Besar'
Nazaruddin. - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kasus suap wisma atlet SEA Games, kembali menuai kontroversi terkaitistilah 'ketua besar' seperti disebut tersangka kasus tersebut, Mindo Rosalina Manulang.

Belakangan, 'ketua besar' yang dimaksud adalah Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Melchias Markus Mekeng. Namun, Mekeng menepis tudingan keterlibatan dirinya terkait kasus suap yang menyeret mantan Bendahara Umum Partai Demokrat M Nazaruddin.

"Saya ditugaskan dan dilantik sebagai Ketua Badan Anggaran DPR RI Sejak 19 Juli 2010, sehingga dalam kasus ini saya secara pribadi tidak terlibat karena anggaran untuk pembangunan wisma atlet dibahas pada APBN Perubahan Tahun Anggaran 2010, yang mana saya belum menjadi bagian dari Badan Anggaran DPR RI," kata Mekeng melalui rilis yang diterima INILAH.COM, Jakarta, Jumat (6/1/2012).

Lebih lanjut ia menjelaskan, sesuai dengan siklus pembahasan APBN, politisi Partai Golkar itu baru memulai agenda pembahasan anggaran APBN untuk tahun 2011.

"Saya mulai bertugas sebagai Ketua Banggar DPR RI sejak Bulan Juli 2010 dengan memulai Agenda Pembahasan APBN Tahun Anggaran 2011 dan seterusnya hingga saat ini," lanjutnya.

Untuk memperlancar proses hukum, maka ia meminta agar terdakwa Nazaruddin berikut saksi agar mengungkap secara jelas, siapa 'ketua besar' yang dia maksudkan.

"Saya meminta kepada saudara Nasaruddin maupun para pihak yang memberi kesaksian di pengadilan Tipikor agar menyebutkan secara jelas nama-nama dari para oknum yang terlibat termasuk siapa Ketua Badan Anggaran yang dimaksud agar tidak menimbulkan fitnah bagi pihak lain," pintanya.

Sebelumnya, terpidana kasus suap Wisma Atlet, Mindo Rosalina Manulang menyebutkan bahwa ada uang yang mengalir ke 'ketua besar'. Belakangan, terungkap yang dimaksud dengan 'ketua besar' adalah ketua Banggar DPR. [mar]

Komentar

x