INILAH.COM, Jakarta - Kapolri akui ada perbedaan mengenai jumlah korban kasus kekerasan pengunjuk rasa di Bima, Nusa Tenggara Barat.
”Tentunya temuan-temuan tadi sudah disampaikan Ketua Komnas HAM, ada yang sama, ada yang berlainan, contoh korban ada yang meninggal dua di TKP, kemudian ada lagi yang meninggal pada kejadian hari sabtu, itu sabtu sore atau minggu masih harus diclearkan, kapan meninggalnya dan karena apa. Saksi-saksi kita periksa,“ ucap Kapolri Timur Pradopo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/1/2011).
Kendati demikian, pihaknya menyetujui saran dari Komnas HAM yang bertandang ke Mabes Polri untuk melakukan 'Join investigasi'. Lebih jauh Timur mengatakan, pihaknya akan segera melakukan investigasi ke lapangan, guna menemukan kesamaan persepsi antara Polri dan Komnas HAM.
”Sehingga apa yang menjadi permasalahan di sana, seperti disana ditemukan yang meninggal, apa karena aparat atau lainnya itu bisa clear. Bukan sampai disitu, juga akan diproses sampai pengadilan, di peradilan umum, itulah yang kita satukan termasuk nanti bagaimana bentuk join investigasi nanti antara kepolisian dengan komnas ham,“ bebernya.
Oleh karena itu, Polri segera akan menindaklanjuti temuan Komnas HAM. ”Supaya nanti sama masalahnya apa, karena apa, tindak lanjutnya seperti apa,“ tegasnya. [mar]