Kamis, 17 Mei 2012 | 11:23 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Bentrokan Polri dan Warga Bima
Akui Perbedaan, Polri Lakukan 'Join Investigasi'
Headline
Kapolri Timur Pradopo - inilah.com/Ardy Fernando
Oleh: Renny Sundayani
nasional - Sabtu, 7 Januari 2012 | 00:05 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kapolri akui ada perbedaan mengenai jumlah korban kasus kekerasan pengunjuk rasa di Bima, Nusa Tenggara Barat.

”Tentunya temuan-temuan tadi sudah disampaikan Ketua Komnas HAM, ada yang sama, ada yang berlainan, contoh korban ada yang meninggal dua di TKP, kemudian ada lagi yang meninggal pada kejadian hari sabtu, itu sabtu sore atau minggu masih harus diclearkan, kapan meninggalnya dan karena apa. Saksi-saksi kita periksa,“ ucap Kapolri Timur Pradopo di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (6/1/2011).

Kendati demikian, pihaknya menyetujui saran dari Komnas HAM yang bertandang ke Mabes Polri untuk melakukan 'Join investigasi'. Lebih jauh Timur mengatakan, pihaknya akan segera melakukan investigasi ke lapangan, guna menemukan kesamaan persepsi antara Polri dan Komnas HAM.

”Sehingga apa yang menjadi permasalahan di sana, seperti disana ditemukan yang meninggal, apa karena aparat atau lainnya itu bisa clear. Bukan sampai disitu, juga akan diproses sampai pengadilan, di peradilan umum, itulah yang kita satukan termasuk nanti bagaimana bentuk join investigasi nanti antara kepolisian dengan komnas ham,“ bebernya.

Oleh karena itu, Polri segera akan menindaklanjuti temuan Komnas HAM. ”Supaya nanti sama masalahnya apa, karena apa, tindak lanjutnya seperti apa,“ tegasnya. [mar]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.