Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Rabu, 5 Agustus 2015 | 15:22 WIB
Hide Ads

Harta Pejabat Negara

Kekayaan Lukman Hakim Saifuddin Rp4 M

Oleh : Soemitro, Mevi Linawati | Sabtu, 31 Desember 2011 | 12:35 WIB

Berita Terkait

Kekayaan Lukman Hakim Saifuddin Rp4 M
Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lukman Hakim Saifuddin - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lukman Hakim Saifuddin memiliki kekayaan Rp4 miliar. Lukman Hakim merupakan Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan mewakili daerah pemilihan Jawa Tengah VI.

Dikutip dari website mpr.go.id, Lukman tercatat pernah mengenyam pendidikan di Pondok Pesantren Modern Gontor, Ponorogo, Jawa Timur (1983) dan Sarjana, Universitas Islam As-Syafiiah Jakarta (1990).

Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang diperoleh dari Humas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pria kelahiran Jakarta, 25 November 1962 ini melaporkan kekayaannya dua kali yaitu pada 6 April 2001 dan 21 Desember 2009.

Laporan 6 April 2001, harta tidak bergerak berupa tanah warisan dan sendiri di Tangerang dan Jakarta Selatan senilai Rp374.781.000. Harta bergerak Rp250 juta berupa kendaraan. Harta bergerak lain Rp12.960.000. Giro dan kas lain Rp419.809.100 dan US$9.800. Total kekayaan yang dimiliki sebesar Rp1.057.550.100 dan US$9.800.

Sementara itu, pada laporan 21 Desember 2009, harta tidak bergerak yang dimilikinya senilai Rp 650.361.000 berupa anah warisan dan sendiri di Tangerang dan Jakarta Selatan. Harta bergerak Rp735.000.000 berupa Toyota New Camry, Peugeot, Suzuki SX4, Nissan Latio, Toyota Kijang. Harta bergerak lain Rp94.345.000, surat berharga Rp1.701.598.140, giro dan setara kas lain Rp1.380.996.456 dan US$102.274. Total kekayaan yang dimiliki Rp4.562.300.496 dan US$102.274. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.