Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Minggu, 3 Mei 2015 | 22:56 WIB
Hide Ads

Polri Tetapkan 3 Anggota Polda NTB Jadi Tersangka

Oleh : Ajat M Fajar | Kamis, 29 Desember 2011 | 15:16 WIB
Polri Tetapkan 3 Anggota Polda NTB Jadi Tersangka
Saud Usman - inilah.com

INILAH.COM, Jakarta - Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan dan pendalaman, tim pemeriksa internal Mabes Polri menetapkan 3 orang anggotanya sebagai terperiksa.

Ketiganya terbukti melakukan penganiayaan terhadap warga Bima dalam pengamanan aksi unjuk rasa di Pelabuhan Sape, Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Untuk kasus meninggalnya dua korban, tim pengawas internal Mabes Polri sedang melakukan proses. Ada tiga anggota yang telah dinyatakan sebagai terperiksa," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Saud Usman Nasution dalam keterangan persnya di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (29/12/2011).

Menurut Saud ketiga anggota tersebut terdiri dari satu anggota Brimob Polda NTB berinisial Bripda F dan dua reserse Polda NTB berinisial Briptu S dan Briptu F. Ketiganya terbukti melakukan penganiayaan dengan cara memukul dengan tangan kosong dan memukul dengan menggunakan senjata api. "Berkas ketiganya sedang dirampungkan untuk nanti di sidang disiplin," jelasnya.

Penetapan status terperiksa kepada tiga orang anggota Polda NTB untuk membuktikan keseriusan Mabes Polri untuk menindak anggotanya yang terbukti melakukan pelanggaran dalam prosedur pengamanan.

Saud mengatakan, sampai sejauh ini sudah ada 100 anggota dari Polda dan Polres yang diperiksa terkait bentrokan di Bima, NTB. Dari 100 anggota itu, tiga di antaranya merupakan tiga perwira menengah sebagai penanggung jawab lapangan.

Terperiksa merupakan istilah tersangka yang digunakan kepolisian ketika sudah masuk pemeriksaan oleh divisi Profesi dan Pengamanan (propam) karena melanggar disiplin dan kode etik. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.