Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 06:55 WIB

Suhu Politik di 2012 Akan Tetap Panas

Oleh : Ajat M Fajar | Jumat, 23 Desember 2011 | 22:00 WIB
Suhu Politik di 2012 Akan Tetap Panas
Politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung - inilah.com/Wirasatria
facebook twitter


INILAH.COM, Jakarta - Politisi senior Partai Golkar Akbar Tandjung menilai situasi politik di 2012 masih akan panas dihiasi isu-isu yang berkembang di tahun 2011 ini seperti isu RUU Pemilu, Century, hingga kasus Nunun Nurbaetie dan Nazaruddin.

Akbar berpendapat, mengawali 2012 diperkirakan isu mengenai RUU Pemilu akan kembali memanas. Sebab banyak partai politik yang berkepentingan atas isu tersebut.

"Misalnya undang-undang pemilu, terkait sistem Pemilu, soal daerah pemilihan, parliamentary threshold (PT), itu semua akan menjadi bahan yang menarik untuk dibahas dan partai-partai berkepentingan terhadap output undang-undang itu. PT nya berapa persen, daerah pemilihannya berapa seperti apa karena itu akan mempengaruhi perolehan suara dari partai-partai itu antara lain," ujar Akbar Tandjung saat ditemui di Akbar Tandjung Institute, Jalan Pancoran Indah Raya Ligamas Indah Elok Blok B/No A1, Jakarta Selatan, Jumat (23/12/2011).

Selain isu mengenai pembahasan undang-undang Pemilu, lanjut Akbar, isu lainnya seperi kasus suap pemenangan Miranda S Goeltom sebagai deputi gubenru senior Bank Indonesia juga akan memanas. Sebab, kasus itu tinggal menunggu keterangan Nunun Nurbaetie.

Bahkan, Akbar menduga kasus Nazaruddin yang melibatkan Partai Demokrat dan ketua umumnya Anas Urbaningrum juga akan menjadi komoditas politik. Selain itu, kasus Century diprediksikan kembali akan memanas di tahun depan.

"Bahkan bukan tidak mungkin isu yang dialami Partai Demokrat terutama lontaran-lontaran yang disampaikan oleh Nazaruddin itu juga akan menarik juga bagi partai-partai politik. Bukan tidak mungkin di hari-hari mendatang muncul isu-isu baru. Jadi harus kita cermati betul, dan ini bisa menjadi pendorong konstelasi politik kita." [tjs]

Komentar

x