Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 21:47 WIB

Aussie Terima Imigran, Indonesia Dapat Getah

Oleh : Soemitro | Jumat, 23 Desember 2011 | 20:30 WIB
Aussie Terima Imigran, Indonesia Dapat Getah
Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri, Irjen Saud Usman Nasution. - inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter


INILAH.COM, Jakarta - Tenggelamnya ratusan imigran gelap di Perairan Prigi, Kecamatan Watulimo, Kabupaten Trenggalek Jawa Timur, tidak lepas dari lemahnya pengamanan perbatasan wilayah perairan Indonesia dengan negara lain.

Lemahnya pengamanan ini diketahui setelah adanya insiden tersebut dan diakui oleh Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri, Irjen Saud Usman Nasution.

"(Mereka) melalui pantai-pantai kita yang sedemikian luasnya dan tidak dijangkau," ucap Saud, Jumat (23/12/2011) mengenai modus dan strategi imigran gelap melalui perairan Indonesia ke Australia untuk mencari suaka politik.

Dikatakan, dari sekitar 250 imigran gelap yang kapalnya tenggelam di Trenggalek Jawa Timur pada awalnya memang menggunakan surat resmi. Karena saat masuk ke Malaysia dan Singapura mereka tetap menggunakan surat-surat secara resmi, yakni paspor kunjungan wisata.

Namun begitu perjalanan ke Australia dan melewati Indonesia, imigran membuang seluruh paspornya. Hal itu dilakukan agar negara tujuan dapat mengabulkan permohonan suaka politiknya.

"Smugglernya (penyelundup) ada yang dari negara asal, ada dari negara transit, ada dari Indonesia, ada juga yang dari Australia," ungkap Saud.

Sebelumnya, Kepala Bagian Kejahatan Internasional Divisi Hubungan Internasional Mabes Polri, Kombes Pol Hasan Malik, di Mabes Polri, Senin (19/12/2011), mengungkapkan, kasus imigran gelap yang masuk ke Australia terus berlangsung karena ada 'iming-iming' dari negara tujuan.

Hukuman yang semestinya dijadikan cambuk bagi imigran gelap justru dijadikan sarana untuk mendapatkan suaka politik. "Imigran gelap. Permasalahan ini tidak terlepas dari perlakuan atau Undang-Undang yang berlaku di Australia," ucapnya.

Malik membeberkan, perlakuan aparat hukum Australia berbeda misalnya dengan Indonesia. Karena saat diketahui sebagai imigran gelap dan dijadikan tahanan, mereka selama dibui mendapatkan pelayanan yang layak.

Seperti mendapatkan makanan sehari-hari secara penuh, tempat tahanan yang nyaman, tempat olahraga, serta fasilitas yang menunjang keahlian tahanan. "Banyak faktor yang memotivasi di sana. Salah satunya fasilitas tahanan yang luar biasa di Australia," imbuh Malik. [mah]

Komentar

x