Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 01:37 WIB

Kontroversi Video Mesuji & Saurip Kadi Merebak

Oleh : R Ferdian Andi R | Minggu, 18 Desember 2011 | 21:09 WIB
Kontroversi Video Mesuji & Saurip Kadi Merebak
foto:ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Kasus Mesuji kini menjadi isu nasional. Semua pihak mempebincangkan persoalan tersebut. Presiden SBY pun telah membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Namun, di tengah perhatian publik atas kasus tersebut, sejumput keraguan membayangi masalah tersebut.

Rabu (14/12/2011) pagi, puluhan orang dari Mesuji, Lampung mendatangi ruang Komisi Hukum DPR. Kedatangan mereka ini mendahului agenda Komisi Hukum dengan Menteri Amir Syamsuddin terkait kebijakan pengetatan remisi dan pembebasan bersyarat.

Selain dari para korban, ada juga beberapa tokoh populer seperti Mayjend (Purn) Saurip Kadi dan artis lawas Pong Harjatmo. Posisi Saurip sendiri mengaku sebagai perwakilan dari keluarga. Dalam kesempatan itu, video kekerasan juga diputar di hadapan anggota Komisi Hukum dan media.

Belakangan, video itu menimbulkan kontroversi. CBN News bahkan menyebutkan, dalam video tersebut ada penggalan adegan yang diambil dari daerah Thailand Selatan. Penggalan adegan yang dimaksud terkait pemenggalan kepala yang disebut justru terjadi di Pattani, Thailand Selatan.

Sebenarnya, sesaat setelah pemutaran video tersebut di ruang Komisi Hukum DPR RI, sejumlah anggota DPR menaruh curiga atas tayangan tersebut. "Apa benar video itu? Jangan-jangan ini permainan intelijen," kata salah satu anggota DPR usai menyaksikan pemutaran rekaman video tersebut.

Namun Saurip Kadi menegaskan video tentang kekerasan di Mesuji, Lampung merupakan benar adanya. Dia menjamin, korban kekerasan tersebut adalah Warga Negara Indonesia (WNI). "Video tersebut benar. Saya jamin mereka adalah WNI," tegasnya.

Meski menimbulkan polemik, lembaga formal negara langsung turun tangan untuk merespons persoalan di Mesuji. Mulai Komisi Hukum DPR RI, pemerintah, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM).

Selain menyoal soal substansi perkara yang pertama kali muncul di video itu, posisi Saurip Kadi juga menjadi masalah yang berbeda. Anggota Komisi Hukum DPR RI dari Fraksi Kebangkitan Bangsa (FKB) Bahrudin Nashori mengatakan dirinya agak meragukan dengan pendampingan Saurip Kadi dalam perkara Mesuji. "Begitu (masyarakat) diantar Saurip, saya jadi ragu," kata politikus asal Brebes, Jawa Tengah ini, ketika dihubungi, Minggu (18/12/2011).

Kendati demikian, Bendahara Umum DPP PKB ini tetap mengapresiasi langkah Saurip Kadi jika benar-benar memperjuangkan hak-hak para petani. Hanya saja, dia mengingatkan jangan sampai prilaku Saurip Kadi di Brebes diterapkan di Mesuji, Lampung. "Jangan sampai nanti keluarganya menguasai tanah sengketa, ini pengalaman di Brebes," cetus Bahrudin.

Sementara Saurip Kadi sendiri menilai tudingan Bahrudin sebuah fitnah. Mantan Asisten Aster KSAD mengungkapkan apa yang dilakukannya adalah sebuah upaya untuk menolong rakyat kecil. "Semoga saja mereka yang menuding itu terbuka hatinya sehingga bisa menilai mana yang benar," katanya.

Mantan Asisten Aster KSAD itu juga menyayangkan apa yang dilakukannya di kasus Mesuji dikaitkan dengan kasus Brebes yang disebutnya sebagai aksi tandingan atas pembebasan tanah warga yang sebelumnya ia perjuangkan. Saurip Kadi disebut-sebut membeli tanah yang berlokasi di Desa Kaliwlingi, Brebes, dari PT Basmal yang sebelumnya disewa dari masyarakat setempat.

Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengingatkan agar semua pihak menahan diri dalam memberikan pernyataannya terkait kasus Mesuji. Menurut dia, lebih baik semua pihak menunggu hasil kerja TGPF selama 30 hari.

"Kita tunggu TGPF bekerja diberi tugas 30 hari. Kita tunggu hasilnya apa. Sebelum ada hasil, sebaiknya kita tidak mengembangkan spekulasi yang tidak perlu," ingatnya di Denpasar, Bali, Minggu (18/12/2011). [mdr]

Komentar

x