INILAH.COM, Jakarta - Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono telah menegaskan istrinya, Ani Yudhoyono, tidak akan maju dalam Pilpres 2014. Partai Golkar pun menanggapinya.
Partai Golkar menyatakan tak ikut campur atas sikap dan keputusan SBY tersebut, karena lebih tertarik untuk membahas penguatan dalam pemilu 2014 mendatang.
"Pertama kita tidak akan mengurusi partai lain. Saya ini Sekjen Partai Golkar jadi kita mengurusi bagaimana pencapresan di Partai Golkar," ujar Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham, usai acara Rakornas Bidang Tani dan Nelayan di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jumat (16/12/2011).
Menurutnya, saat ini Partai Golkar lebih berkonsentrasi bagaimana posisi partai untuk memenangkan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014, karena dari hasil Rapimnas ke-II Partai Golkar mengusulkan untuk mengusung Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie (Ical) sebagai Capres.
"Nah kalau kita kan dari Golkar kan sudah jelas kemarin di Rapimnas meski pun belum ditetapkan, itu sudah jelas kan komitmen dari DPD I, ormas pendiri dan sayap Partai Golkar siap melakukan sosialisasi dan memastikan dari waktu ke waktu elektabilitas Pak Ical semakin tinggi dan pada gilirannya menempati urutan pertama," ungkapnya.
Bahkan untuk menunjang hal tersebut, Partai Golkar telah melakukan persiapan sejak kepemimpinan Ical dimulai, sehingga saat ini tinggal menguatkan kembali dukungan-dukungan tersebut.
"Jadi sebenarnya bagi kita untuk menjadikan program-program menjadi nyata untuk kepentingan rakyat menjadi instrumen kita. Baik terpilih dan sebelum terpilih memang itulah hakekat Partai Golkar. Doktrin Partai Golkar adalah karya kekaryaan." [tjs]