Find and Follow Us

Minggu, 8 Desember 2019 | 00:53 WIB

Saling Ejek, Dua Kelompok Warga Saling Serang

Oleh : Suriani | Minggu, 11 Desember 2011 | 21:30 WIB
Saling Ejek, Dua Kelompok Warga Saling Serang
inilah.com/dok
facebook twitter

INILAH.COM, Makassar - Perkelahian antar dua kelompok warga di Makassar kembali terjadi. Keributan bermula ketika dua orang warga hendak melintas. Namun, tidak diizinkan sehingga terjadilah aksi saling serang.

Kejadian terjadi di kompleks perumahan BTN Tirasa Blok C2 RT D, RW 14 kelurahan Sudiang, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Minggu (11/12/2011) dini hari. Akibat kejadian itu, sejumlah orang mengalami luka tebas dan dirawat di rumah sakit.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadiannya berawal ketika Hasran dan Joni yang berprofesi sebagai tukang batu hendak bertamu ke rumah temannya, Sofyan di BTN Tirasa. Namun, kedua orang ini tidak diizinkan melintas ketika berada di sebuah rumah yang sedang melakukan pesta adat Sambut Baru. Sejumlah etnis pendatang ini melakukan pesta joget-joget dan minum minuman keras.

Karena kesal tak diperbolehkan lewat kedua pemuda ini meneriaki orang-orang yang sedang bepesta dengan kata-kata kotor. Warga yang sedang pesta sontak jengkel dan memukul Hasran hingga hidungnya patah. Hasran kemudian meninggalkan tempat itu dan kembali dengan membawa sejumlah pemuda yang langsung melakukan penyerangan dan merusaki rumah warga pendatang.

Sebanyak lima rumah warga pendatang dirusaki oleh massa, kaca jendela dipecahkan, jendela rumah dirusaki serta kendaraan roda dua yang parkir di sekitar tempat itu turut menjadi korban. Sejumlah orang terluka akibat sabetan senjata tajam dari kedua kubu yang bertikai.

Di antaranya,Nualim (47) warga Biringkanaya mengalami patah hidung,Abd. Rahman alias Kallong (26) warga BTN Pepabri blok C,jari tengahnya putus dan jari jempol terbelah, Johanis al Joni mengalami luka sabetan ditangan kiri, Adam mengalami luka sabetan di tangan kirinya juga, Yan (22) warga BTN Tirasa mengalami luka sobek bagian dahi kiri dan kepala atas serta telapak ibu jari kaki kanannya.

Warga yang mengalami luka-luka dilarikan ke rumah sakit Wahidin Sudirohusodo untuk menjalani oeprasi dan perawatan. Adapun warga etnis pendatang yang berada di BT Tirasa, subuh harinya dievakuasi ke Polsek Biringkanaya untuk menghindari terjadinya bentrok susulan dan semakin banyak korban di kedua belah pihak.

Dalam kejadian ini juga,H. Hairuddin seorang pegawai negeri sipil di Kodam VII Wirabuana sekaligus mubaligh meninggal dunia akibat serangan jantung. Kebetulan, kediaman korban tak jauh dari tempat keributan, diduga korban meninggal setelah mendengar suara-suara massa yang saling teriak dan mengancam.

Kapolsek Biringkanaya, Kompol Mursalim saat dikonfirmasi mengatakan, pokok permasalahannya adalah kesalahpahaman antar warga di wilayahnya. Kendati demikian, kasus ini akan diproses sesuai hukum yang berlaku. "Sementara masih dalam penyelidikan, saksi-saksi dalam kejadian itu sudah dipanggil dan dimintai keterangan," kata Kapolsek.

Kapolsek juga mengimbau agar kedua kubu dapat menahan diri dan berpikir jernih sebelum bertindak. Pasalnya, kedua kelompok yang bertikai sama-sama menjadi korban, padahal masalahnya bisa diselesaikan secara baik-baik dan kekeluargaan. [gus]

Komentar

x