Find and Follow Us

Kamis, 23 Januari 2020 | 01:38 WIB

Pengosongan Paksa Rumah Dinas TNI AL

Venna Melinda Janji Tampung Keluhan Janda Pahlawan

Oleh : Marlen Sitompul | Senin, 5 Desember 2011 | 23:35 WIB
Venna Melinda Janji Tampung Keluhan Janda Pahlawan
Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat Venna Melinda
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Venna Melinda berjanji siap untuk menampung serta memediasi seluruh keluh kesah Janda Pahlawan yang terkena pengosongan rumah dinas secara paksa oleh TNI Angkatan Laut (AL).

"Jangan khawatir, kita akan fasilitasi untuk bertemu dengan Komisi I. Perjuangan ini harus diperjuangkan dan data-data lengkap harus disampaikan kepada Komisi I," kata Venna saat melakukan kunjungan dengan janda pahlawan dan warga korban pengosongan paksa perumahan TNI AL, Jl.Gadang, Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Senin (5/12/2011).

Lebih lanjut mantan putri Indonesia itu meminta agar pihak TNI serta Panglima TNI untuk segera menghentikan pengosongan paksa tersebut. Pasalnya, saat ini sudah ada kesepakatan antara Pemerintah dan DPR untuk moratorium pengosongan rumah dinas TNI.

"Saya minta agar TNI memperhatikan keputusan politik Komisi I DPR tanggal 14 Januari 2010 untuk dilakukan moratorium atau dihentikan pengosongan rumah dengan alasan apapun sampai dengan terdapatnya penyelesaian secara konprehensif," jelasnya

Anggota komisi pertahanan DPR itu juga akan menyampaikan hasil kunjungannya dalam rapat kerja dengan Menteri Pertahanan, Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) untuk dicarikan solusinya.

"Saya akan meminta Menteri Pertahanan, Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) untuk memperhatikan kasus yang mendera keluarga para pahlawan seperti yang dialami oleh ibu Mamah Suamah," tegasnya.

Selain itu, ia akan meminta Menhan dan Panglima TNI untuk bekerja sama dengan Menpera (Menteri Perumahan Rakyat) dan Emnsos (Menteri Sosial) mencari solusi atas permasalahan tersebut.

"Saya minta Menhan dan Panglima TNI untuk bekerja sama dengan Menpera dan Mensos untuk mendukung perumahan bagi para pahlawan dan keluarganya yang belum memiliki rumah," ujarnya.

Sebelumnya, berawal dari pemberitaan di media massa tentang mamah Suamah (68), Janda pahlwan korban pengosongan paksa komplek TNI AL, di kompleks TNI AL, Jalan Gadang, Kelurahan Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Mamah Suamah, seorang istri janda pahlawan-almarhum Mayor (Pelaut) Achmad Chamin dan sekitar 16 keluaraga pejuang lainnya akan dievakuasi paksa dari rumah dinas TNI AL. Surat perintah pengembalian dan pengosongan rumah negara kepada TNI AL dan pemerintah telah mereka terima. Peringatan tersebut jatuh pada bulan November lalu. [mar]

Komentar

x