Find and Follow Us

Selasa, 19 November 2019 | 08:41 WIB

Manager Merpati Ditemukan Tewas Terlilit Sarung

Oleh : Suriani | Kamis, 1 Desember 2011 | 00:12 WIB
Manager Merpati Ditemukan Tewas Terlilit Sarung
Foto: Ilustrasi
facebook twitter

INILAH.COM, Makassar - Imam Bagus Nugraha (40) salah seorang manajer cabang maskapai penerbangan Merpati Jalan Gunung Bawakaraeng, ditemukan tewas dengan leher terlilit sarung di rumahnya Kompleks Town House Sungai Saddang di Jalan Kelapa Tiga, Kecamatan Rappocini, kota Makassar, Rabu (30/11/2011).

Korban tewas menggunakan baju kaos warna orange dan celana boxer warna hitam menghadap ke arah barat. Dia ditemukan tak bernyawa dengan kondisi hidung mengeluarkan darah dan muka pucat kebiruan di dalam kamar dekat jendela di rumahnya Jalan Kelapa III No.10.

Korban pertama kali diketahui oleh mertuanya Ida Nur (45). Dia
mengatakan dirinya baru pulang dari bandara Sultan Hasanuddin melihat rumah dalam kondisi tidak terkunci. Di dalam rumah dekat jendela.

Anehnya, korban ditemukan dalam kondisi terduduk di lantai, leher terlilit sarung yang ujungnya terikat ke teralis jendela. Hal lainnya yang ganjil, jika dilihat dari posisi duduknya, korban tercekik dengan lidah menjulur bukan karena beban tubuhnya.

Setelah melihat menantunya tak bernyawa, dia lansung keluar minta bantuan warga dan satuan pengamanan (Satpam) kompleks yang berjaga. Tak berselang lama, petugas Polsek Rappocini bersama tim identifikasi Polrestabes Makassar dan Dokkes Polda Sulsel melakukan pengamanan dengan membentangkan Police Line dan identifikasi di tempat kejadian.

Sementara itu, istri korban, Andi Indria Safitri (26) mengaku kaget mendengar saat orang tuannya menelfon bahwa suaminya tersebut meninggal gantung diri. Karyawan Bank Mandiri Cabang Kartini ini juga mengaku baru empat bulan menikah dengan korban.

Adapun saksi Zaenal, satpam di kompeks itu mengatakan selama korban tinggal di kompleks ia tidak pernah melihat atau mendengar keributan atau kegaduhan di rumah tersebut." Tidak pernah terjadi kegaduhan di rumahnya, selama saya yang piket," ujar Zaenal.

Kapolsek Rappocini, Kompol Herman mengatakan kasus ini masih dalam proses penyelidikan. Untuk sementara ini, korban akan divisum di RS Bhayangkara. Hasil visum akan ditunggu dari dokter baru kemudian dilakukan otopsi.

Untuk saat ini, pihaknya masih menyimpulkan bahwa korban diduga tewas akibat gantung diri." Untuk sementara, dugaan kami bahwa korban tewas gantung diri dan masih kita selidiki," tegas Herman. [lal]

Komentar

x