Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 21:48 WIB

Kampanye Capres 2014

Merayu Akar Rumput Bergoyang

Kamis, 17 November 2011 | 06:44 WIB
Merayu Akar Rumput Bergoyang
foto:ilustrasi - inilah.com
facebook twitter

INILAH. COM, Jakarta - Pemilihan umum dan pemilihan presiden masih jauh, yakni di 2014. Namun publik sudah membicarakan kinerja parpol besar dan para bakal calon presiden RI. Lembaga-lembaga survai, baik yang berdiri di atas kaki sendiri atau yang menerima pesanan pun sudah mulai bergerak.

Ada yang bilang Partai Golkar yang akan memenangi pemilu, karena mesin politiknya bisa bergerak lebih efisien, sementara lawan politiknya seperti Partai Demokrat , PDIP, PKS, PAN atau PKB tidak punya mesin politik sekinclong Golkar.

Untuk bakal calon presiden, mengemuka nama Aburizal Bakrie (Golkar), Prabowo Subianto (Gerindra), Megawati Soekarnoputri (PDIP), Hatta Radjasa (PAN), Wiranto (Hanura), Sri Mulyani Indrawati (Partai SRI) dan Surya Paloh (mungkin diusung Partai Nasdem).

Memang terlalu spekulatif menilai siapa pemenang pemilu dan pilpres medatang ,kalau masa warming up-nya saja masih jauh. Bahkan dalam Pilpres di Amerika Serikat, orang pernah meremehkan reputasi Bill Clinton karena dianggap berselibat dengan Monica Lewinsky, bahkan mau dimakzulkan, ternyata terpilih kedua kali sebagai presiden AS.

Presiden George Walker Bush Junior juga dianggap bakal kalah telak oleh penantangnya pada pilpres ke dua, ternyata malah terpilih lagi pada pilpres 2004..

Sedangkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, kembali terpilih sebagai Presiden RI di 2009, karena dianggap gagah, kesatria, bersih dan memesona para pemilih wanita serta mengklaim pernah dicederai suami Presiden Megawati. Tercederai ini bahkan dianggap penting sebagai faktor penentu kemenangan, karena justru dielu-elukan pemilih di level akar rumput

Ada pun Jusuf Kalla yang pandai dan bekerja cekatan itu malah dianggap tidak gagah kesatria, berlaku seperti punakawan karena senang nyeplos dan guyon.

Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra menjungkalkan pertahanan (in cumbent) Abhisit Vejajiva lawan politiknya yang lebih berpengalaman dalam pemilu Thailand Juli kemarin. Tidak dinyana, janji-janji Yingluck plek sama seperti janji-janji Thaksin Sinawatra (kakaknya) sebelumnya yakni membela wong cilik Thailand dengan bermacam-macam iming-iming dan berhasil. Sedangkan kampanye Abhisit dianggap kurang pro wong cilik.

Thaksin Shinawatra yang dulu memesona rakyat, kini eksil di Dubai karena membela isterinya Potjaman yang secara tidak sah membeli tanah kerajaan di Ratchadaphisek, Bangkok. Sedangkan Yingluck kini semakin menjadi bulan-bulanan Partai Demokrat dan media Thailand.

Bill Clinton memang berhasil mewariskan kemakmuran bagi rakyat Amerika. Sedangkan penggantinya, George Bush Jr malah dianggap sebagai Presiden AS yang paling doyan perang, menguras kocek pemerintah dan meningggalkan utang yang membuat ekonomi Amerika Serikat sempoyongan terlilit utang.

Susilo Bambang Yudhoyono dan Yingluck harus diakui memenangi kompetisi calon presiden di negara masing-masing bukan karena kompetensinya yang menonjol. Tapi karena pencitraan dirinya yang kuat.

Para bakal calon presiden akan menempuh jalur paling popular untuk menang dalam pilpres. Mereka akan meramu strategi kampanye jitu. Membidik hati para penonton sinetron dan para wanita yang partisipasi politiknya dalam pemilu biasanya lebih besar daripada kaum pria, adalah skala prioritas kampanye.

Sekarang para bakal calon presiden RI mendatang itu akan memakai strategi tebar pesona seperti itu demi merebut hati rakyat. Siapa yang paling dekat dengan akar rumput dan berhasil merayu mereka dengan iming-iming mensejahterakan rakyat, dialah yang akan menang.

Tapi ingatlah iming-iming akan bisa berbalik menjadi racun bila tidak bisa direalisasikan atau bila justru menyengsarakan anak cucu seperti janji-janji George Walker Bush Jr yang bikin AS terbelit utang triliunan dolar. [mdr]

Komentar

x