Kamis, 17 Mei 2012 | 10:56 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kasus SMS Antasari Ditindaklanjuti Polda Metro
Headline
Antasari Azhar - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Irvan Ali Fauzi
nasional - Selasa, 8 November 2011 | 16:26 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Merasa tidak mendapat tanggapan atas laporannya di Bareskrim mabes Polri, Tim pengacara Antasari Azhar meminta kejelasan Polda Metro Jaya mengenai laporan sebuah tuduhan terkait pesan singkat yang dikirimkan Antasari kepada Nasruddin Zulkarnaen.

Juniver Girsang, kuasa hukum Antasari Azhar mengatakan, Antasari telah melaporkan kasus mengenai tuduhan bahwa kliennya mengirimkan pesan singkat kepada Direktur PT Rajawali Putra Banjaran yang telah tewas dibunuh itu.

Juniver mengatakan kasus tersebut ke Bareskrim Mabes Polri dalam laporan resmi bernomor LP/555/VIII/2011/Bareskrim tanggal 25 Agustus 2011. Laporan dengan tuduhan Pasal 35 UU RI No 11 Tahun 2008 tentang ITE.

"Oleh karenanya, kami konfirmasi dan kami dapat info katanya SMS itu dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Sehingga kita ke sini untuk bertemu Kapolda untuk segera mengusut kasus tersebut," kata Juniver di Markas Polda Metro Jaya, Selasa (8/11/2011).

Seperti di beritakan, mantan Ketua KPK Antasari Azhar yang telah berstastus terpidana kasus mencoba mengklarifikasi mengenai sebuah pesan pendek (SMS) yang dituduhkan telah dikirimkannya kepada Nasruddin.

Juniver Girsang mengungkapkan ada masalah dalam sebuah SMS yang digunakan majelis hakim dalam mendakwa kliennya. SMS itu berbunyi 'Maaf mas masalah ini yang tahu kita berdua, kalau sampai terblow up tahu konsekuensinya'. Pesan itu seolah-olah dikirim dari nomor Antasari pada Februari 2009. Akibat pesan itulah, Juniver mengatakan, kliennya dianggap sebagai otak atau dalang pembunuhan Direktur Utama Rajawali Putra Banjaran.

"Itu yang kemudian dijadikan dasar dan menyatakan bahwa klien kami sebagai penganjur atau otak terbunuhnya almarhum," kata Juniver.

Karena itu, Juniver mendesak Polda Metro Jaya segera mengusut pengirim SMS kepada Nasrudin Zulkarnaen dan menegaskan Antasari tidak pernah mengirimkan SMS tersebut kepada Nasruddin.

"Segera ditindaklanjuti temuan itu supaya segera dicari. Kalau bukan Antasari berarti siapa? Kalau ketahuan, kita harapkan orang itu bisa diduga adalah dalang pembunuhan itu sendiri," papar dia.

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.