Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Sabtu, 28 Maret 2015 | 19:15 WIB
Hide Ads

Wacana Minimal Hukuman 5 Tahun Koruptor

Pemberian Hukuman Koruptor Harus Ada Tingkatan

Oleh : Santi Andriani | Jumat, 28 Oktober 2011 | 11:11 WIB
Pemberian Hukuman Koruptor Harus Ada Tingkatan
Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Chandra M Hamzah - inilah.com/Agus Priatna

INILAH.COM, Jakarta - Terkait wacana batas minimal hukuman lima tahun bagi terdakwa korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memberi masukan.

Wakil Ketua KPK Bidang Penindakan, Chandra M Hamzah mengatakan, tetap perlu dilihat derajat kesalahan atas perbuatan yang dilakukan terdakwa sebelum ditentukan minimal hukumannya.

"Kita perlu lihat sesuai dengan derajatnya. Kalau derajatnya kecil, mungkin minimal (hukuman) lebih kecil. KPK akan memberikan masukan dari derajat kesalahan, harus ada gradasinya," ujar Chandra M Hamzah di Jakarta.

Menurut Chandra batas minimal hukuman juga tidak bisa digeneralisasikan terhadap pelaku korupsi yang memiliki modus berbeda-beda. Dia mencontohkan, antara pemerasan dengan penyuapan.

"Misalnya antara pemerasan dan suap, itu lebih berat mana? Ya pemerasan, kalau suap, dua-dua-nya suka (sama-sama menginginkan). Sementara pemerasan, ada pihak yang disakiti (dipaksa memberikan). Jadi kita tidak bisa menyamakan hukuman pemerasan dan suap," beber dia.

Sementara apakah batasan hukuman itu juga harus diberlakukan bagi whistle blower atau pelaku yang juga mau bekerjasama untuk membongkar kejahatan korupsi, Chandra menjelaskan, sikap kooperatif pelaku memang menjadi pertimbangan penuntut umum untuk mengajukan tuntutan. Nantinya akan tetap tergantung pada putusan Majelis Hakim.

"Kita belum ada yang namanya sistem plea bargain (semacam perjanjian antara terdakwa dengan penuntut, di mana biasanya terdakwa mengakui kesalahannya dan bersedia bersaksi atas terdakwa lainnya, oleh karena itu dapat memperingan hukuman yang harus dijalaninya). Yang bisa kita lakukan hanya kayak Agus Condro kemarin. Yang bersangkutan salah, kita tuntut, kemudian ada putusan dan remisi," terangnya. [mvi]

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.