Jumat, 29 Agustus 2014 | 08:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Kopassus Pasti Siap Tempur di Papua
Headline
IST
Oleh: MA Hailuki
nasional - Kamis, 20 Oktober 2011 | 16:47 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI AD diyakini akan mampu menumpas gerakan makar yang ingin memerdekakan Papua.

Berbekal pengalaman dan persenjataan yang dimiliki, Kopassus tidak akan kesulitan menghadapi gerakan bersenjata yang merongrong kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Soal skill dan persenjataan tempur Kopassus tidak perlu diragukan lagi. Kopassus ini salah satu pasukan elit terbaik di dunia," ujar anggota Komisi I DPR Ahmad Muzani, Kamis (20/10/2011).

Meski begitu, Muzani meminta pemerintah tidak gegabah menerjunkan Kopassus ke Papua. Sebab. Kopassus masih mendapatkan stigma negatif dari kalangan internasional khususnya Kongres Amerika Serikat (AS).

"Menjaga kedaulatan NKRI di Papua tidak hanya dengan cara militer, tapi juga kebijakan komprehensif meliputi budaya, ekonomi dan sosial," terang politisi Partai Gerindra ini.

Seperti diberitakan, Rabu (19/10/2011) sekelompok orang menyelenggarakan Kongres Rakyat Papua III, di Lapangan Zakheus Padang Bulan, Abepura, Jayapura dan mendeklarasikan Papua Merdeka.

Polda Papua membubarkan acara tersebut dan menetapkan lima orang sebagai tersangka. Dua orang peserta Kongres Rakyat Papua III ditemukan tewas di lokasi acara. [mah]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
9 Komentar
mikame
Senin, 9 April 2012 | 22:12 WIB
majulah kopassus jangan dengarkan orang yang membencimu berbicara leawt dunia maya. saya salut kemaren membebaskan sandra somalia satuan lain mengaku dia yang membebaskan tapi satuan kopassuslah yang membebaskannya dirgahayu kopassus
terung
Rabu, 29 Februari 2012 | 15:55 WIB
Selama ini perintah kita yg lemah karena ada perintah dari barat,smua tau KOPASSUS itu adalah pasukan terbaik di dunia. Pemerintah kita sudah dilobi oleh kepentingan luar, Aslinya tentara kita siap mati demi NKRI namun jika tidak ada perintah dari atasan nggak bisa gerak. dijaman soharto kita bangga dengan kopassus dan mana ada negara lain yg berani amerika aja pikir2 sekarang pemimpin kita sudah diatur sama negara luar.....
Raja Kentut
Kamis, 9 Februari 2012 | 10:36 WIB
Kopassus itu pasukan khusus yang terlatih untuk melakukan tindakan yang dianggap perlu apabila ada perintah dari danjen, danjen dari kasad, kasad dari panglima TNI, panglima TNI dari Presiden....selama ga ada perintah ya mereka hanya nongkrong-nongkrong aja di tempatnya masing-masing...paling-paling setiap harinya mereka hanya latihan perang, bela diri, melumpuhkan, menembak, infiltrasi, terjun payung, yang pada intinya mereka senantiasa selalu meningkatkan kemampuan dan mempertahankan kemampuan yang sudah dimiliki...kalau sewaktu-waktu diperlukan mereka sudah siap 24 jam...sebetulnya mereka bagus dan terlatih tapi sayang tidak pernah dipakai untuk memberantas terorisme ataupun hal-hal lain seperti memadamkan OPM di Papua, GA NGERTI PEMERINTAH MAUNYA APA PADAHAL NEGARA SUDAH MENGELUARKAN BIAYA YANG SANGAT BESAR UNTUK KEPERLUAN LATIHAN KOPASSUS DAN PEMBELIAN KELENGKAPAN SENJATA KOPASSUS....JADI UNTUK APA KOPASSUS SEBENARNYA...????, UNTUK PERANG....???? KAPAN PERANGNYA...??, WAKTU KITA DIGANGGU MALAYSIA PEMERINTAH HANYA DIAM SAJA....JADI PERCUMA PUNYA PASUKAN KHUSUS...UNTUK APA...KURANG BERMANFAAT !!!
purwoboy
Selasa, 15 November 2011 | 21:02 WIB
namanya pemberontak itu hukumnya harus mati danwajib ditumpas sampai ke akar-akarnya.Untuk malaysia kayanya kopassus bukan tidak berani tapi g ada perintah mungkin.
dony
Jumat, 28 Oktober 2011 | 09:42 WIB
mau malingsia mau opm indonesia g pernah mundur bro!! garuda di dadaku opm di pantatku..
gede
Jumat, 21 Oktober 2011 | 18:37 WIB
jangan salahkan rakyat papua klo mereka ingin merdeka,lihat saja emas yang seharusnya bisa memajukan papua malah dikeruk asing demi keuntungan segelintir orang. cara cara pendekatan berperikemanusiaan yang mengutamakan keadilan dan kesejahteraan rakyat lebih penting daripada kekerasan
wanggol
Jumat, 21 Oktober 2011 | 12:27 WIB
Klo berani, perang sm Malaysia yg caplok sbgn wilayah RI bukan di Papua
kupas
Jumat, 21 Oktober 2011 | 12:25 WIB
Klo berani, tu perang sama Malaysia yg caplok sbgn wilayah RI?? Dasar pengecut, jagonya perang sm org tak bersenjata... Di papua tdk ada musuh pak, di kalimantan kynya lg menunggu tu....coba!!!
este
Jumat, 21 Oktober 2011 | 09:40 WIB
Jangan ada lagi kekerasan di Tanah Papua. Mari bersatu bangun Tanah Papua.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER