Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Selasa, 7 Juli 2015 | 05:27 WIB
Hide Ads

Ijab Kabul Putri Sultan Gunakan Bahasa Jawa

Oleh : - | Selasa, 18 Oktober 2011 | 10:08 WIB
Ijab Kabul Putri Sultan Gunakan Bahasa Jawa
jogjanews.com

INILAH.COM, Yogyakarta - Pengantin pria Kanjeng Pangeran Haryo Yudanegara yang berasal dari Lampung fasih menggunakan bahasa Jawa saat ijab kabul atau akad nikah di Masjid Panepen Keraton Yogyakarta, Selasa (18/10/2011) pagi.

Akad nikah langsung dilakukan Sri Sultan Hamengku Buwono X di Masjid Panepen Kraton Ngayogyakarto pada pukul 07.10 WIB.

Sultan sudah berada di dalam Masjid Panepen sebelum akad itu diikrarkan. Sultan mengenakan busana motif kembang warna hijau dan hitam, dengan kain batik serta blangkon motif trumtum.

KPH Yudanegara tiba di Masjid Panepen didampingi KGPH Hadiwinoto, GBPH Prabukusumo dan KPH Wironegara.

Yudanegara mengenakan busana warna putih dengan kain motif trumtum, sedangkan para abdi dalem Kaji (penghulu) dipimpin Kanjeng raden Penghulu Dipodiningrat tiba lebih dulu sebelum pengantin datang.



Setelah semua siap, Sultan memerintahkan Kanjeng Raden Penghulu untuk memulai khotbah nikah. "Kanjeng Raden Penghulu miwiti caos khutbah nikah," pinta Sultan.

Usai akad nikah pada pukul 10.00 WIB akan digelar prosesi panggih yang mempertemukan KPH Yudanegara dengan GKR Bendara di Bangsal Kencana.

Tamu VVIP yang hadir dalam pernikahan putri bungsu Sultan Hamengkubuwono X ini antara lain Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ani Yudhoyono, Wakil Presiden Boediono dan Herawati, 25 menteri Kabinet Indonesia Bersatu II, mantan Presiden BJ Habibie, dan mantan Presiden Megawati.

Tamu VVIP lainnya adalah mantan Wakil Presiden Hamzah Haz, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan duta besar negara sahabat. [ant]

Berita Terkait Lainnya

0 Komentar

Belum ada komentar untuk berita ini.

Kirim Komentar

Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.