Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 06:54 WIB

'Kalau Camar Bulan Dicaplok, Geerhan Berarti Mati'

Oleh : Ajat M Fajar | Senin, 17 Oktober 2011 | 23:00 WIB
'Kalau Camar Bulan Dicaplok, Geerhan Berarti Mati'
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat Ramadhan Pohan menegaskan, wilayah Camar Bulan dan Tanjung Datu, Kalimantan Barat masih masuk dalam wilayah Indonesia. Ia semakin yakin setelah Pangdam Tanjungpura, Mayjen Andi Geerhan Lantara memberikan jaminan mengenai hal itu.

Hal itu disampaikan Geerhan saat anggota Panja Perbatasan Komisi II DPR berkunjung ke wilayah Camar Bulan dan Tanjung Datu, beberapa waktu lalu. "Pangdam Geerhan bilang ke saya, kalau ada wilayah kita dicaplok di sini, itu berarti Geerhan sudah mati atau Geerhan jadi pengkhianat," ujar Ramadhan menirukan ucapan Geerhan, Senin (17/10/2011).

Menurut Ramadhan, dalam kunjungannya tersebut, Geerhan memberikan garansi kepada pemerintah jika sampai dua wilayah tersebut dicaplok, maka dirinya menjadi taruhannya. Pangdam juga berjanji pasukannya akan menjaga ketat wilayah perbatasan itu.

"Bersama ribuan pasukan saya di Kalimantan Barat ini, tidaklah mungkin membiarkan ada wilayah kita dicaplok atau diserobot," imbuh Ramadhan meniru ucapan Pangdam.

Berdasarkan peninjauan langsung, Panja Perbatasan Komisi II DPR yakin tidak ada satupun patok yang bergeser seperti apa yang diduga banyak orang. Bahkan berdasarkan pengakuan warga sekitar, mereka tidak pernah melihat adanya orang luar atau pihak Malaysia yang masuk ke wilayah tersebut.

"Semua mereka yang mengatakan wilayah Indonesia dicaplok, satu pun tak pernah melihat langsung ke lokasi. Kami di Komisi II, tak mau sibuk polemik. Lihat saja langsung ke Camar Bulan dan Tanjung Datu, daripada koar-koar di Jakarta," tegas Ramadhan. [tjs]

Komentar

x