Find and Follow Us

Rabu, 19 Juni 2019 | 20:46 WIB

TKW Divonis Mati, Kemenlu Lobi Gubernur di Mekkah

Oleh : Agus Rahmat | Rabu, 12 Oktober 2011 | 19:05 WIB
TKW Divonis Mati, Kemenlu Lobi Gubernur di Mekkah
inilah.com/Ardy Fernando

INILAH.COM, Jakarta Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) berupaya melobi Gubernur Mekkah untuk bisa meringankan hukuman mati yang dijatuhkan terhadap Tuti Tursilawati, Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Majalengka.

"Pihak Konjen dan Dubes sudah mengadakan pertemuan dengan Gubernur Mekkah dan majikan tuti. Intinya meminta fasilitas pemaafan dari pihak keluarga," ujar Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/10/2011).

Marty menambahkan jika pengadilan sudah memutus vonis mati, harapan terakhir adalah keluarga. Sebab yang bisa mengurangi dan menunda hukuman adalah dari keluarga. Harapan terakhir adalah pemaafan bagi keluarga. Sehingga, dengan begitu, Tuti juga bisa terbebas dari hukuman mati.

"Kemenlunya sudah menyatakan akan beri perhatian dan akan memfasilitasi upaya pemerintah untuk memperoleh maaf keluarga melalui lembaga terkait," ucapnya.

Saat ini komunikasi dengan keluarga Tuti tetap dilakukan. Yaitu dengan mengirimkan satgas TKI. Satgas secara rutin menjenguk Tuti di dalam penjara. Selain itu Kemlu juga telah berkomunikasi dengan keluarga Tuti untuk memastikan adanya pendampingan hukum.

"Kita sampaikan perkembangan dan upaya pemerintah agar pihak keluarga mengetahui. Dalam waktu dekat akan adakan pertemuan lagi dengan pihak keluarga," jelasnya.

Tuti menjadi TKW ke Arab Saudi pada 5 September 2009 melalui PJTKI PT Arunda Bayu. TKW asal Majalengka tersebut divonis bersalah oleh pengadilan Mekkah, dalam kasus pembunuhan terhadap majikannya yang bernama Suud Malhaq Al Utaibi di Kota Thaif. Peristiwa pembunuhan terhadap Suud terjadi 11 Mei 2010 lalu. Tuti memukul majikannya dengan kayu hingga tewas karena pelecehan seksual yang dilakukan majikannya.[bay]

Komentar

x