Find and Follow Us

Selasa, 12 November 2019 | 06:58 WIB

Moerdiono dan Kesaksian Supersemar

Oleh : Agus Rahmat | Jumat, 7 Oktober 2011 | 22:30 WIB
Moerdiono dan Kesaksian Supersemar
Foto : Ist
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Almarhum Moerdiono, termasuk saksi dari teka-teki Surat Perintah 11 Maret (Supersemar) 1966. Ketika itu, Pak Mur, panggilan akrab almarhum Moerdiono, merupakan staf Gabungan V KOTI dengan pangkat Letnan Satu.

Pak Mur, begitu yakin bahwa Supersemar bukan atas desakan mantan Presiden Soeharto, yang ketika itu Soeharto masih menjadi Panglima Angkatan Darat menggantikan Letnan Jendral Ahmad Yani yang gugur dalam peristiwa G-30-S/PKI.

Bagi Pak Mur, Supersemar ada dan memang dikeluarkan oleh Presiden Soekarno. Ketika itu, Pak Mur termasuk dekat dengan tiga sosok Jenderal yaitu Jenderal M Jusuf, Jenderal Amir Machmud, dam Jenderal Basuki Rahmat.

Pak Mur menceritakan bahwa ketiga jenderal ini yang membawa Supersemar ke Soeharto. "Mereka spontan bercerita sama," ujar Pak Mur beberapa waktu silam.

Pak Mur juga yakin bahwa Supersemar keluar bukan atas desakan dari para jenderal tersebut. Dia dekat dengan mereka, sehingga Pak Mur yakin bahwa para Jenderal itu tidak seperti yang dipikirkan.

Kini, sosok Pak Mur telah tiada. Beliau wafat di RS Gleneagles Singapura, Jumat (7/10/11) pukul 18.40 WIB. Beliau adalah sosok yang dikenal dekat dengan keluarga Cendana. [gus]

Komentar

x