Find and Follow Us

Senin, 18 November 2019 | 06:59 WIB

DPR Terima Chandra Diputus Tidak Bersalah

Oleh : Ajat M Fajar | Rabu, 5 Oktober 2011 | 22:05 WIB
DPR Terima Chandra Diputus Tidak Bersalah
Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso - inilah.com/Wirasatria
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Pimpinan DPR menerima sepenuhnya keputusan komite etik bahwa Wakil Ketua KPK Chandra M Hamzah tidak bersalah. DPR tidak mempermasalahkan, walau keputusan komite etik ini masih menjadi perdebatan publik.

"Menghormati keputusan apapun yang diambil oleh komite etik terhadap pimpinan KPK yang ada," ujar Wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso di gedung DPR, Jakarta, Rabu (5/10/2011).

DPR juga tidak mempermasalahkan bentuk hukuman yang diberikan komite etik terhadap pimpinan KPK tersebut. Pemberian peringatan tertulis, menurut Priyo sudah cukup. "Saya dengar hanya tipiring (tindak pidana ringan, red), ya kita menghormatinya," katanya.

Ketua DPP Partai Golkar ini mengakui kalau hasil keputusan komite etik, ditunggu-tunggu oleh publik. Sebab, melibatkan pimpinan KPK yang kini sedang disorot oleh publik. "Nah seyogyanya kita lebih baik hormati yang terjadi disana karena saya masih percaya proses yang terjadi di sana adalah proses yang normal, bukan proses yang terdesain tertentu," pintanya.

Menurutnya, jika keputusan komite etik menganggap Chandra Hamzah tidak bersalah, biarlah publik yang menilai. KPK sendiri yang akan menerima implikasi dari keputusan tersebut. "Ini ranah mereka (KPK, red) dan akan memberi implikasi terhadap kredibilitas KPK. Saya tidak tahu tapi semoga saja mereka baik-baik saja dan kita melihat ke depannya saja," jelasnya.

Seperti yang diberitakan, Komite Etik KPK memutuskan bahwa mantan Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi Ade Rahardja melanggar kode etik kepegawaian di KPK. Selain Ade, Sekjen KPK Bambang Sapto Pratomosunu bersalah dan melanggar kode etik kepegawaian.

Dua pimpinan KPK Busyro Muqoddas dan M Jasin tidak melanggar kode etik dan pidana, sedangkan Candra M Hamzah dan Haryono Umar tidak melanggar kode etik, tapi tiga dari tujuh anggota Komite Etik berpendapat keduanya melakukan pelanggaran ringan. [gus]

Komentar

Embed Widget
x