Find and Follow Us

Senin, 21 Oktober 2019 | 03:15 WIB

Reshuffle Kabinet

Reshuffle Sudah Klimaks, Presiden Harus Eksekusi

Oleh : Agus Rahmat | Senin, 3 Oktober 2011 | 22:05 WIB
Reshuffle Sudah Klimaks, Presiden Harus Eksekusi
inilah.com/Agus Priatna
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Wacana reshuffle kabinet, diyakini sudah mencapai titik klimaksnya. Presiden harus segera merespon lebih cepat, jangan sampai kepercayaan terhadap Pemerintah ini justru berubah menjadi kemarahan publik.

"Kalau waktunya tidak pasti justru menimbulkan ketidak pastian. Ketidak pastian itu bisa membuat marah publik," ujar pengamat politik LIPI Siti Zuhro kepada INILAH.COM, Jakarta, Senin (3/10/2011).

Jelasnya, wacana yang lagi-lagi dilontarkan oleh Istana, justru membuat masyarakat semakin tidak perduli. Masyarakat sudah cukup tahu bahwa Presiden akan melakukan reshuffle sebelum tanggal 20 Oktober 2011. Untuk itu, tidak perlu membuat spekulasi-spekulasi lagi.

"Tidak perlu terlalu berwacana. Kita sudah senang Presiden rencananya akan reshuffle. Tidak akan mengakomodasi kepentingan politik. Tidak perlu lagi ditimang-timang dulu," katanya.

Menurutnya, pekan ini adalah saat-saat yang tepat bagi Presiden untuk memberikan kepastian. Agar, masyarakat bisa lebih tenang dan menanti kinerja jajaran kabinet yang baru.
"Eksekusi saja. Kalau terus diprediksi nanti anti klimaks. Jadinya akan kacau," katanya.

Seperti yang diberitakan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Boediono tengah membicarakan formasi baru Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II.

Menurut Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa, pekan ini akan menjadi sangat krusial bagi Presiden dalam memutuskan perombakan kabinetnya.

"Presiden dan wapres akan mulai membandingkan keunggulan masing-masing calon dan pada saat yang sama akan mensimulasikan untuk menghasilkan teamwork yang kuat," ujar Daniel di Istana Negara, Jakarta, Senin (3/10/2011). [gus]

Komentar

Embed Widget
x