Logo Inilah Round Logo Inilah Letter

Find and Follow Us

Jumat, 20 Oktober 2017 | 14:09 WIB

Reshuffle Kabinet Demi Kinerja atau Citra?

Oleh : Marlen Sitompul | Kamis, 29 September 2011 | 16:51 WIB
Reshuffle Kabinet Demi Kinerja atau Citra?
Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi - inilah.com/dok
facebook twitter

INILAH.COM, Jakarta - Perombakan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II disinyalir sebagai alat untuk memperbaiki citra pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Pengamat politik dari Lembaga Survei Indonesia (LSI) Burhanudin Muhtadi menjelaskan, perombakan kabinet tidak akan berjalan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Reshuffle kabinet hanya sebatas kepentingan kelompok dan presiden SBY semata.

"Reshuffle adalah sebuah keniscayaan, karena bagaimanapun reshuffle menjadi sebuah cara memperbaiki pencitraan presiden SBY," ujarnya, Jakarta, Kamis (29/9/2011).

Menurutnya, reshuffle kabinet semestinya dilakukan atas evaluasi kinerja para menteri. Jika reshuffle dilakukan hanya pada pertimbangan koalisi partai, maka perombakan tersebut justru akan membahayakan pemerintahan SBY.

"Reshuffle harus dipertimbangkan atas dasar kinerja, kalau reshuffle dilakukan atas pertimbangan politik akan menjadi berbahaya," jelasnya.

Oleh sebab itu, jika ingin perombakan kabinet demi kepentingan publik, maka, Presiden harus merekrut para menteri dari luar partai politik. "Mau tidak mau SBY harus mengakhiri kabinet politik dan bentuk kabinet ahli," katanya.

Menjelang dua tahun pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), isu reshuffle memanas. Nama-nama menteri yang diisukan bakal diganti berseliweran. [bar]

Komentar

 
x