Senin, 21 April 2014 | 21:40 WIB
Follow Us: Facebook twitter
Said Aqil Sampaikan 7 Pemikiran Kebangsaan
Headline
Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj - inilah.com/Agus Priatna
Oleh: Wahyu Praditya Purnomo
nasional - Senin, 26 September 2011 | 23:43 WIB
Berita Terkait

INILAH.COM, Jakarta - Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jalan Kramat Raya, Salemba, Jakarta Pusat, Senin, (26/9/2011) mendapatkan kunjungan dari Wakil Presiden (Wapres) Boediono. Dalam kesempatan tersebut Ketua Umum PBNU KH. Said Aqil Siroj, menyampaikan tujuh pemikiran kebangsaan, yang juga menjadi nafas NU dalam membantu pembangunan Indonesia.

Pemikiran pertama yang disampaikan adalah pentingnya Pemerintah meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap ancaman-ancaman terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), salah satunya terorisme. NU sendiri sebagai salah satu civil society di Indonesia dengan tegas menyatakan dukungannya, dan siap membantu Pemerintah dalam menjalankan tugas tersebut.

"Keamanan dan stabilitas nasional merupakan modal utama yang perlu dijaga dan dipupuk untuk mengatasi pemsoalan bangsa ini. Terlebih saat ini situasi politik kita masih penuh ketegangan, akibat penerapan sistem demokrasi yang tidak memadai," ungkap Kiai Said.

Dalam peningkatan keamanan untuk tujuan akhir terciptanya stabilitas kondisi nasional, Kang Said, demikian Kiai Said masyhur disapa, juga meminta agar toleransi dan kerukunan antar umat beragama dipupuk serta dijaga. "Kerukunan, toleransi dan saling percaya merupakan keniscayaan dari pilar bangsa yang berbhineka tunggal ika," sambungnya.

Sebagai civil society terbesar di Indonesia, yang ditandai dengan jumlah massa mencapai 70 juta orang, NU juga tak mengeyampingkan fungsi sosial. Dalam hal ini Kang Said meminta Pemerintah terus meningkatkan kualitas pendidikan dan melestarikan kebudayaan, untuk diarahkan pada pembentukan moral dan karakter bangsa.

"Tentunya dengan karakter kuat dan moral yang baik, bangsa ini memiliki martabat serta kepercayaan diri tinggi, sehingga menjadi bangsa yang besar, kreatif dan bermartabat," tandas Kang Said.

Wapres Boediono memiliki latar belakang sebagai seorang ekonom yang handal. Dalam kesempatan pertemuan yang dibalut dalam kemasan silaturahmi tersebut, Kang Said mengingatkan Pemerintah agar membangun ekonomi yang sepenuhnya diabdikan untuk kesejahteraan rakyat.

"Kepentingan nasional harus menjadi dasar dalam pembangunan ekonomi. Bank Central hendaklah kembali meningkatkan perannya sebagai pelaksana pembangunan, mengemban otoritasnya di bidang moneter nasional, sehingga dana yang dihimpun dan dikelola perbankan nasional bisa digunakan untuk mendukung pengembangan ekonomi rakyat, usaha kecil dan menengah," pesan Kang Said.

Masih di bidang perekonomian Kang Said juga berpesan kepada Wapres Boediono, agar Pemerintah dalam melakukan peningkatan tetap menggerakkan potensi ekonomi nasional yang ditekuni rakyat secara mayoritas, meliputi bidang pertanian, kelautan, dan kerajinan. Pengambilan jalan pintas dengan melakukan impor juga dipesankan agar dilakukan dengan pertimbangan yang matang, mengingat kesalahan dalam perecanaannya bisa menghancurkan perekonomian masyarakat.

Tak sebatas itu, Said Aqil juga meminta Pemerintah dalam melakukan pembangunan industri nasional, tetap dikaitkan dengan potensi ekonomi yang berkembang di tengah masyarakat. Hal ini akan menjadikan produktifitas dan kualitas perekonomian rakyat terus bisa ditingkatkan.

Pemikiran kebangsaan terakhir yang disampaikan Kang Said bersifat permintaan agar pemerintah, parlemen dan seluruh komponen bangsa selalu menjaga integritas negara secara baik. Rongrongan terhadap ideologi Pancasila, baik yang berbentuk gerakan sparatis yang mengatasnamakan agama, ras atau suku bangsa apapun tidak boleh dibiarkan berkembang.

"Karena kalau itu dibiarkan, akan bubar seluruh kesepakatan yang telah dibangun oleh Founding Father, termasuk para kiai NU pada zaman itu," tuntas Kang Said tegas.

Di akhir penyampaian pemikiran kebangsaan, Kang Said menganggap itu penting untuk disampaikan, agar menjadi bahan pemikiran Pemerintah dan menjalankan roda pemerintahan dan mensejahterakan rakyatnya. [lal]

Dapatkan berita populer pilihan Anda gratis setiap pagi di sini atau akses mobile langsung http://m.inilah.com via ponsel dan Blackberry !. Kini hadir www.inilah.com di gadget Anda , dapatkan versi Android di Google Play atau klik http://ini.la/android dan versi Iphone di App Store atau klik http://ini.la/iphone
0 Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Nama :
Email :
Komentar :
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab.
INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan.
Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
BERITA LAINNYA
BERITA POPULER